Beritasumut.com-Bendahara Fraksi Partai Demokrat Hendrik H Sitompul mempertanyakan perihal minimnya realisasi anggaran belanja langsung Pemko Medan yang hingga Juli 2016 baru teralisasi sebesar Rp 609 miliar atau sebesar 20,3% dari yang ditargetkan Rp3,1 triliun. Hendrik pun mengkhawatirkan realisasi anggaran belanja langsung sebesar 20,3% didominasi oleh kegiatan-kegiatan non fisik. "Kita khawatir SKPD lebih senang gunakan anggaran non fisik ketimbang fisik. Saya kira tidak ada alasan takut, kan sudah disumpah jabatan. Kalau memang tidak suka dan tidak mau menggunakan anggaran yang telah disediakan sesuai dengan program, keluar saja dari kondisi itu. Sepanjang masih dijalur yang benar, kenapa takut gunakan anggaran. Intinya, pahit manisnya harus dijalani," ujar Anggota Komisi B, Rabu (17/08/2016) Legislator asal Dapil V ini bahkan mencurigai SKPD di Pemko Medan lebih senang menjalankan atau mengamankan kebijakan Perda dari pada menggunakan anggaran. "Kalau ini yang terjadi, bahaya kita. Kalau daya berpikir pimpinan SKPD seperti itu, tidak usah lagi didudukan di jabatan tersebut. Jadi, jangan mimpi kita pembangunan di Kota Medan akan baik, kalau realisasi anggaran belanja langsungnya cuma 20,3% dan itupun didominasi non fisik," ungkap alumus PPRA 52 Lemhanas RI ini. Sekedar infromasi, APBD Kota Medan 2016 sebesar Rp5,38 triliun lebih. Dari angka itu, tercatat sebesar Rp3,17 triliun lebih atau 58,98 persen dialokasikan untuk biaya langsung, dimana Rp1,47 triliun lebih atau 46,82 persen dialokasikan untuk infrastruktur fisik dan tata ruang serta Rp1,46 triliun lebih atau 46,54 persen dialokasikan untuk belanja sosial budaya, seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya. Namun, hingga Juli 2016 anggaran belanja langsung tersebut baru teralisasi sebesar Rp609 miliar atau sebesar 20,3% dari yang ditargetkan Rp3,1 triliun. (BS03)