Beritasumut.com-Pengamat kebijakan anggaran di Medan, Elfenda Ananda mengatakan dari pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) akan berdampak terhadap pembangunan dan akan banyak proyek yang harus dipangkas. Oleh karena itu, lanjut Elfenda, Pemprovsu harus memiliki langkah-langkah untuk mengkaji upaya efisiensi yang dapat dilakukan sehingga tidak sekadar hanya di satu urusan yakni bidang Perikanan dan Kelautan tapi juga pada dinas terkait yang ada hubungannya dengan pemotongan. “Pemotongan kan bisa dilakukan dengan memotong pos belanja perjalanan dinas, di mana harus dilakukan evaluasi perjalanan dinas harus disesuaikan dengan kepentingan dan beban kerja. Kemudian mengevaluasi daya serap anggaran, karena dari kajian itu bisa dilihat seperti apa postur anggaran dan daya serapnya dari pos-pos yang masih bisa dikurangi sehingga meskipun anggaran dikurangi kualitas pembangunan tetap baik dirasakan oleh masyarakat,” papar Elfenda, Selasa (09/08/2016). Elfenda mengharapkan dengan dipangkasnya 10 persen DAK, maka pemangkasan anggaran juga harus dilakukan untuk pos yang tidak penting, dan lakukan efisiensi belanja terutama belanja yang dapat ditunda untuk tahun depan, namun kalau program seperti penanggulangan kemiskinan tetap harus menjadi skala prioritas. “Memang kita harus memahami kalau kondisi APBN kita saat ini tertekan, namun daerah juga harus menggenjot pendapatannya, terutama jangan sampai lagi ada kebocoran di sana-sini, itu harus ditutup, dan PAD daerah juga harus ditingkatkan, sehingga meski pun terjadi pengurangan tapi PAD bisa mendongkrak di samping melakukan efisiensi anggaran,” pungkasnya.BS03