Beritasumut.com-Keberadaan tim panitia seleksi (pansel) lelang jabatan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) perlu diawasi. Hal ini disebabkan tidak transparannya hasil uji kompetensi pejabat tinggi pratama di jajaran Pemprovsu yang lalu hingga tidak transparannya nama-nama tim pansel jilid dua hingga saat ini.“Kinerja tim pansel ini harus diawasi, kita harus tahu bagaimana mekanisme kerja mereka, kalau bisa periksa rekening masing-masing tim pansel dan sadap nomor teleponnya. Ini harus dilakukan karena hingga saat ini tidak ada transparansi dalam proses uji kompetensi pejabat maupun lelang jabatan,” ujar pengamat politik dan pemerintahan dari UMSU Shohibul Anshor Siregar, Sabtu (06/08/2016).Shohibul menjelaskan, kalau tidak diawasi bisa jadi keberadaan tim pansel nantinya hanya menjadi wadah untuk melegitimasi pilihan Gubsu, Tengku Erry Nuradi terhadap siapa saja pimpinan SKPD yang dipilih. Artinya, pejabat yang didudukkan nantinya semata-mata merupakan pilihan Gubsu sepenuhnya.“Ini kan nanti bisa menjadi kongkalikong saja, menjadi lembaga untuk melegitimasi pilihan Gubsu, jadi tidak ada artinya lelang-lelang jabatan, kalau itu hanya kedok semata. Makanya, kinerja tim pansel ini perlu diwaspadai,” ujar Shohibul.Apalagi, kata Shohibul, hingga saat ini tanda-tanda tidak ada kekuatannya tim pansel ini dimulai dari tidak transparannya hasil uji kompetensi dan proses lelang jabatan tersebut.“Harusnya dibuat saja di satu tempat, diumumkan mana pejabat yang kompeten mana yang tidak, jadi semua masyarakat dapat mengetahui karena transparan. Ini kan tidak, dinilai tapi tidak diketahui penilaiannya oleh public seperti apa?,” terangnya.Belum lagi, hal yang patut dicurigai juga adalah tidak transparannya siapa saja tim pansel jilid II yang sudah diajukan Pemprovsu ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN), ini tentu membuat public bertanya-tanya.“Ini kan aneh? Kenapa harus dirahasia-rahasiakan?, harusnya semua dibuka sehingga masyarakat mengetahui tim pansel ini kompeten nggak orangnya,” kata Shohibul.Diyakini Shohibul, kalau kinerja tim pansel ini tidak diawasi maka hasil lelang jabatan untuk mencari pimpinan SKPD yang kompeten tidak akan berhasil.“Inilah nanti yang hanya menjadi proses legitimasi koncoisme saja, bukan betul-betul mendapatkan sosok yang kompeten dan memiliki integritas,” terang Shohibul.Sementara itu, Pemprovsu hingga saat ini memang masih merahasiakan siapa saja nama-nama tim pansel jilid II yang sudah diajukan ke KASN. Bahkan, Sekda provsu, Hasban Ritonga ketika ditanya siapa saja nama-namanya juga tidak mau menyebutkan.(BS03)