Beritasumut.com-Sebanyak 12 kampung Keluarga Bencana (KB) saat ini sudah berdiri.Kepala BKKBN Perwakilan Sumut, Temazaro Zega didampingi Kassubag Humas Janter Sitorus memaparkan, dari 33 Kabupaten/Kota di Sumut, untuk semantara Kampung KB tersebut sudah ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Nias Utara, Medan, Serdan Bedagai, Labusel, dan Siantar. "Masih 12 kampung KB yang sudah berdiri. Target kita adalah 1 kampung KB terdapat di 1 Kabupaten/Kota," ungkap Temazaro, Kamis (04/08/2016). Dalam waktu dekat, sambung Temazaro, Kabupaten Deli Serdang adalah daerah yang selanjutnya segera akan memiliki kampung KB. Kampung KB itu kata dia, rencana akan berdiri pada, Jumat (12/08/2016) mendatang."Sebenarnya dalam menjadikan kampung KB ini tidak ada kendala. Hanya saja perlu kordinasi antara lintas sektor, karena di dalam kampung KB tidak hanya KB saja di dalam kegiatannya," jelasnya. Sebelumnya, Temazaro juga menyebutkan, selain terus menambah jumlah kampung KB di kabupaten/kota, ada empat program pokok pelayanan KB yang terus diprioritaskan di semua lini lapangan. Hal itu yaitu, peningkatan KIE Advokasi, kemudian mewujudkan program di dalam pembangunan karakter, menjadi orangtua hebat, dan program generasi berencana."Tentu program lainnya juga akan menjadi pendukung semua program. Dan ini yang terus dilakukan," tutur Temazaro. Sementara itu, Kepala BKKBN RI, Surya Chandra mengaku bahwasanya di seluruh Indonesia, kampung KB yang sudah berdiri secara nasional sudah mencapai sebanyak 350 Kabupaten. Sementara, target yang dikejar pemerintah ialah sebanyak 514 Kampung KB."Jumlah ini tersebar secara merata, baik di kawasan Barat dan Timur," ujarnya. Kenapa jumlah tersebut masih segitu, Surya mengaku bahwasanya program ini tidak bisa hanya dicanangkan. Melainkan harus betul-betul dijalankan."Masyarakatnya juga harus mau, dan data kependudukannya juga sudah ada, baru kampung KB bisa dimulai. Sedangkan untuk tempatnya ialah, kawasan yang miskin dan kumuh, seperti kampung nelayan, bantaran kereta api, miskin perkotaan atau di gunung yang belum ada akses," pungkasnya. (BS03)