Tahun Baru Islam Diperingati di Masjid Raudhatul Islam

- Selasa, 00 0000 00:00 WIB

Medan, (beritasumut.com)

Masjid Raudhatul Islam di Gang Peringatan, Jalan Putri Hijau/Adam Malik Glugur By Pass, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan merupakan satu masjid dari sejumlah masjid yang dihancurkan perusahaan perumahan untuk kepentingan bisnis. Masjid yang diruntuhkan pertama kali pada 11 April 2011 tersebut kembali didirikan masyarakat setempat sejak Ramadhan 1433 Hijriyah (Juli 2012). Sebelumnya masjid yang bermakna “Taman Surga Islam Ini” sudah dibangun kembali secara sangat sederhana oleh masyarakat tempatan pasca diruntuhkan pada 11 April 2011. Namun PT Jatimasindo dengan sangat telaten menghancurkan dan memporak-porandakan kembali masjid darurat tersebut berikut tenda dan tiang penyangga rumah ibadah umat Islam tersebut.

Masyarakat tempatan dan Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam sejak pembangunan pada Ramadhan kemarin selanjutnya bersikukuh tetap akan bertahan dan terus memperjuangkan pendirian dan pembangunan Masjid Raudhatul Islam termasuk masjid-masjid lain yang telah diruntuhkan maupun yang telah masuk target developer untuk dihancurkan dan lahannya direbut dikuasai untuk kepentingan bisnis developer.

Sebagai komitmen pengembangan pembangunan masjid dan syiar Islam, BKM Raudhatul Islam bekerjasama dengan Remaja Masjid Raudhatul Islam merealisasikan salah satu program kerjanya dengan melaksanakan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1434 H. Peringatan yang awal gelarnya dibuka dengan kumandang wahyu Ilahi oleh Ustadz Ahmad Juni Harahap digelar secara sederhana dihadiri ratusan masyarakat terutama kaum remaja diseputaran halaman masjid, Ahad (18/11/2012).

Seyogiyanya tausiah akan disampaikan oleh Tokoh Muda Islam Fadly Nurzal Pohan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara yang juga Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Sumut. Melalui petinggi PPP Sumut Darianto, sosok yang muda yang amanah tersebut menyampaikan permohonan maaf atas halangannya tidak bisa hadir ke acara sekaligus kirim salam terhadap BKM Raudhatul Islam, aktivis Islam dan ratusan masyarakat yang memadati Peringatan Tahun Baru Islam.

Sebelum acara Peringatan Tahun Baru Islam itu digelar, sedikitnya tujuh puluhan massa Gerakan Fajar Nusantara yang terdiri atas DPK Gafatar Kota Medan dan DPD Gafatar Sumatera Utara ambil bagian dalam kegiatan tersebut di Masjid Raudhatul Islam. Ormas yang berorientasi pada perbaikan moral bangsa ini melakukan bakti sosial dengan melakukan pembersihan lingkungan masjid dan membabat rumput ilalang. Sebelumnya pada Ramadhan 1433 H/ Juli 2012 lalu, Gafatar yang lahir pada 14 Agustus 2011 ini juga telah menurunkan puluhan massanya melakukan pembersihan masjid.

Peringatan 1 Muharram 1434 H di Masjid Raudhatul Islam yang di buka oleh Ketua BKM Asmui Parinduri ini diwarnai berbagai kegiatan yang lebih berorientasi pada sayembara/perlombaan untuk remaja dan anak-anak setingkat SD/ SMP. Diantaranya sayembara azan 5 peserta, pembacaan surat-surat pendek Al Qur’an (Juz Amma) 21 peserta, pembacaan puisi Islami 4 orang, busana muslim 8 peserta dan perlombaan mewarnai kaligrafi 40 orang.

Acara sederhana yang meriah ini dipandu oleh MC Elfitasari yang pelaksanaannya diketuai oleh Siti Annisa Hasibuan, pengarah acara Taufiksyah Ismail dan Ketua Remaja Masjid Raudhatul Islam Muhammad Effendy yang berakhir ba’da Sholat Ashar. “Kegiatan ini dengan tampilan yang sangat sederhana dan seadanya merupakan gerakan positif awal dari BKM dan RM Raudhatul Islam dalam menyemarakkan syiar Islam di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan. Ke depan BKM akan menggelar kegiatan yang masih dalam koridor syiar Islam dengan tatanan yang lebih rapi, lebih meriah, dengan anggaran dana yang lebih besar dan kembali akan mengundang Fadly Nurzal sebagai undangan kehormatan pemberi tausiah,” ujar Asmui Parinduri.

Sementara itu, Ketua Aliansi Ormas Islam Leo Imsar Adnans di sela-sela acara mengungkapkan dukungannya terhadap dilaksanakannya peringatan tahun baru Islam di masjid ini. Termasuk terkait dilayangkannya undangan kehormatan terhadap Tokoh Muda Islam Fadly Nurzal.

“Masjid Raudhatul Islam adalah milik seluruh umat Islam siapapun diperbolehkan untuk hadir di masjid ini. Termasuk Fadly Nurzal. Ini hak Fadly untuk menemui saudaranya di masjid ini, dan memberikan ceramah. Terlepas dari kedudukannya sebagai Ketua DPW PPP Sumut maupun Cawagub Sumut, tidak seorangpun atau kelompok yang boleh melarang dan menentang kehadirannya. Apalagi sejak awal kita tahu ada kader PPP yang tetap istiqomah turut berjuang mempertahankan masjid,” terang aktivis Islam yang juga Ketua Ikatan Keluarga Balingka Sumut ini. (BS-023)

Berita Terkait

Peristiwa

Prodi Manajemen Pendidikan UMSU Gelar Diklat Menyusun Karya Tulis Praktik Baik Metode STAR

Peristiwa

Realisasikan Arahan Wali Kota, Kadin Medan Ajak UMKM Binaan Terjun Langsung di Bazar HUT ke-81 TNI

Peristiwa

Dampingi KSP Dudung Abdurachman, Tenaga Ahli Lemhannas Arman Chandra Tinjau PSN Tol Pangkalan Brandan hingga Dialog dengan Petani

Peristiwa

Trio Maling Motor di Lubuk Pakam Ditangkap, Satu Lagi Buron

Peristiwa

20.000 Peserta Fun Run 5K di Lapangan Merdeka Dilepas

Peristiwa

Operator Judol Bawa 100 Pcs Pod Getar dari Kamboja Ditangkap di Medan