Rombongan RS Mitra Sejati Terseret Arus Sungai Bahorok

- Selasa, 00 0000 00:00 WIB

T Morawa, (beritasumut.com)

Canda tawa sontak berubah menjadi jerit tangis. Tiga orang karyawan Rumah Sakit Mitra Sejati Medan berikut keluarganya nyaris dijemput ajal akibat terseret arus Sungai Bahorok, Langkat, Ahad (11/11/2012) sekira jam 14.00 WIB. Ban yang mereka tumpangi dipandu warga lokal, mendadak terbalik. Mereka yang berjumlah 8 orang itu terseret arus sungai yang lumayan deras. Beruntung, mereka bisa menyelamatkan diri masing-masing dari dalam air yang keruh.

Informasi diperoleh menyebutkan, kedatangan rombongan karyawan rumah sakit swasta itu bersama keluarganya ke lokasi objek wisata tersebut untuk berekreasi. Mereka tiba menumpang 2 mobil Avanza. Usai menyantap makan siang dengan menu ikan dan ayam bakar yang mereka siapkan, rombongan yang berada di gubuk bawah jembatan gantung dirayu sama 2 pria penduduk lokal.

Kedua pria itu bilang, ada keasyikan tersendiri bila menyelusuri aliran sungai dengan menaiki beberapa ban yang digandeng. Dan mereka berdua sebagai pemandu berada di depan dan belakang ban yang dinaiki rombongan. Harga pun disepakati. Per kepala dipatok bayaran Rp30 ribu.

Awalnya, rombongan keluarga itu enggan menuruti rayuan kedua pria yang salah satu tangannya bertato. Namun karena pria bertato itu terus mengumbar sensasi dan mengaku telah 14 tahun sebagai pemandu dan penyelamat pengunjung di aliran Sungai Bahorok, akhirnya para korban terpedaya.

Menempuh jalan kaki ke arah hulu sungai sejauh 1 km dekat air terjun, sesuai perjanjian pemandu, titik permulaan laju ban yang bakal dinaiki oleh kedelapan korban. 4 ban ukuran besar yang dibawa kedua pemadunya, digandeng menjadi satu rangkaian. Kedelapan korban pun naik di atasnya. Mereka bersiap-siap mengarungi arus sungai yang deras.

Baru beberapa meter berjalan menyelusuri aliran sungai, rangkaian ban yang dikomandoi kedua pemuda warga lokal itu terbalik. Kedelapannya gelagapan mencari penyelamatan diri. Tubuh para korban sempat terseret arus sungai hingga menderita luka, karena mengenai bebatuan yang banyak di sungai tersebut.

Setelah bersusah payah, akhirnya kedelapan korban berhasil menyelamatkan diri. Insiden yang nyaris merengut nyawa mereka, tidak diketahui rombongan lainnya yang tetap berada di gubuk untuk beristirahat. Karena tak menunjukkan batang hidungnya hingga beberapa lama, akhirnya timbul kecurigaan rombongan yang berada di gubuk. Apalagi rombongan melihat salah satu pemandu telah tiba di dekat gubuk, tanpa orang bawaannya.

Tak lama kedelapan korban tiba di gubuk dengan berjalan kaki. Tubuh mereka dipenuhi luka lecet dan memar. Suasana yang sebelumnya tenang, mendadak berubah duka begitu mendengar cerita para korban. Rombongan pun akhirnya bergegas meninggalkan gubuk tepi sungai bertarif Rp70 ribu untuk 2 tikar. Mereka bungkam seperti hanyut dalam pikiran masing-masing. Selama dalam perjalanan pulang, para korban berulangkali muntah diduga karena banyaknya menenggak air saat hanyut.

"Hampir saya 4 anak kami di rumah jadi yatim piatu," ujar salah satu korban Simon Saragih kepada wartawan di Tanjung Morawa, Senin(12/11/2012),yang  bergidik ngeri bila membayangkan insiden yang menimpa dirinya bersama sang istri. (BS-028)

Berita Terkait

Peristiwa

Sidang Perdana Gugatan PT TSI Terhadap Bank Mandiri Digelar, Tergugat Tak Hadir di PN Medan

Peristiwa

CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore

Peristiwa

SSB Tunas Muda U-9 Raih Juara III

Peristiwa

AI Bisa Membuat Gambar, Namun Hanya Manusia yang Bisa Menciptakan Makna

Peristiwa

Pameran Foto Bencana Prahara Pulau Emas Jadi Ruang Diskusi Mitigasi Bencana

Peristiwa

Changan Deepal S05 dan Nevo Q05 Hadir di Medan, Andalkan Pilihan SUV Elektrifikasi