Truk Terperosok, Jalinsum Panyabungan Macat

- Selasa, 00 0000 00:00 WIB

Panyabungan, (beritasumut.com)

Jembatan Balley Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, rusak. Akibatnya arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera macat total. Rusaknya jembatan karena truk yang diduga melebihi tonase melintas sehingga terperosok di tengah jembatan, Jumat (26/10/2012) sekitar pukul 24.00 WIB.

Informasi yang dihimpun wartawan, truk Nomor Polisi B 9174 TYT itu baru bisa keluar pada Sabtu (27/10/2012) sekitar pukul 11.00 WIB setelah diderek oleh truk lainnya.

Dari pengakuan warga, jembatan sementara ini memang rawan. Sebelumnya jembatan ini sudah pernah rusak namun tidak ada perbaikan dari pemerintah ataupun kontaraktor yang mengerjakan pembangunan jembatan. Terpaksa warga melakukan perbaikan jembatan dengan pohon kelapa.

Akhirnya kejadian juga pada Jumat malam yakni satu unit truk terperosok sehingga jembatan tidak bisa dilalui. Akibat peristiwa itu, terjadi kemacatan panjang dan sebagian kendaraan terpaksa melalui jalan alternatif.

“Selain itu, jembatan ini juga sudah sering mengakibatkan kecelakaan karena papan jembatan sudah lapuk. Sudah sering orang jatuh, waktu itu ada yang mau jatuh ke bawah jembatan,” ungkap warga.

Sementara para sopir truk mengeluhkan kondisi jembatan balley Gunung Tua. Para pengguna jalan merasa terancam keselamatannya melewati jembatan jenis balley tersebut jika pemerintah tidak cepat mengkaji kembali kebijakan pelarangan truk bertonase 10 ton ke atas yagng diberlakukan selama ini.

Ketakutan para sopir setelah satu unit truk Fuso bermuatan cangkang kelapa sawit dengan nomor polisi B 9174 TYT terperosok di jembatan balley. Akibatnya lantai jembatan patah. Para sopir memprediksi truk terperosok akibat lapuknya lantai jembatan dan muatan truk melebihi tonase.

“Ini semua gara-gara truk Fuso bermuatan berat dibolehkan lewat jembatan ini. Lantai itu tak tahan menahan beban kendaraan di atas 10 ton. Truk Fuso yang bermuatan berat itu rata-rata 18 ton ke atas. Apa gak hancur terus jembatan ini,” sebut para sopir.

Iswadi Batubara, tokoh pemuda asal Gunung Tua mengaku sudah memprediksi bahwa jembatan ini rawan kecelekaan, melihat kondisi papan dari jembatan balley yang terbuat dari kayu yang kualitasnya kurang bagus.

"Jauh-jauh hari ini sudah kita peridiksi bahwa jembatan ini rawan kecelakaan. Hal ini juga kita sampaikan kepada Dinas Perhubungan akan tetapi tidak ada tanggapan, konon katanya ini tangung jawab provinsi dalam hal ini Dinas Bina Marga," ungkapnya.

Dikatakannya, anehnya pada waktu jembatan mengalami kerusakan malah diganti dengan batang kelapa. Apakah dari hitung-hitungan teknisnya itu tahan, atau ada semacam kesengajaan?

Warga setempat lainnya menyatakan pengawasan jembatan balley harus diperketat. Kebijakan pelarangan kendaraan tonase 10 ton ke atas harus dikaji ulang. Pasalnya truk-truk Fuso yang bermuatan penuh justru rata-rata seberat 18 ton ke atas. (BS-026)

Berita Terkait

Peristiwa

Sidang Perdana Gugatan PT TSI Terhadap Bank Mandiri Digelar, Tergugat Tak Hadir di PN Medan

Peristiwa

CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore

Peristiwa

SSB Tunas Muda U-9 Raih Juara III

Peristiwa

AI Bisa Membuat Gambar, Namun Hanya Manusia yang Bisa Menciptakan Makna

Peristiwa

Pameran Foto Bencana Prahara Pulau Emas Jadi Ruang Diskusi Mitigasi Bencana

Peristiwa

Changan Deepal S05 dan Nevo Q05 Hadir di Medan, Andalkan Pilihan SUV Elektrifikasi