beritasumut.com - Sejumlah penulis, sastrawan dan seniman yang tergabung dalam Komunitas Peduli
Seniman Sumut (Kopisusu), mengecam keras teror kepala babi dan bangkai tikus ke kantor media Tempo yang dilakukan oleh orang tak dikenal beberapa hari lalu.
S Satya Dharma, sekretaris Komunitas Peduli Seniman Sumut menyebut pengiriman
kepala babi dan bangkai tikus itu bukan saja merupakan tindakan intimidasi terhadap kerja jurnalistik, tapi juga ancaman bagi kebebasan pers.
Yang lebih menyedihkan, adalah reaksi jurubicara Istana Kepresiden yang menganggap "teror"
kepala babi itu soal sepele.
"Ucapan Hasan Nasbi yang menyatakan kepala babi itu dimasak saja, menunjukkan dia
bukan saja menganggap remeh dan tak peduli, tapi juga sudah mati hati nuraninya," ujar S Satya Dharma.
Seperti diketahui, pada tanggal 19 Maret 2025, kantor media Tempo menerima paket
berisi kepala babi tanpa telinga. Paket tersebut dikirim oleh kurir yang memakai atribut aplikasi pengiriman barang. Paket ditujukan untuk Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.