beritasumut.com - Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Muji Ediyanto beserta seluruh Kasat Lantas sejajaran Polda Sumut mengikuti Rapim Polda Sumut Tahun 2025 di Aula Tribrata Mapolda SUmut, Kamis (6/2/2025).Rapim Polda Sumut ini sendiri, dibuka langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dan turut dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana serta para Pejabat Utama.Dalam rapat tersebut, Kapolda menekankan dua poin utama dalam bidang lalulintas. Pertama, kata dia adalah menekan angka kecelakaan lalulintas (laka lantas) dan kedua mengurangi kemacetan di daerah rawan macet dengan meningkatkan kehadiran personel di lokasi. Menurut data, telah terjadi peningkatan jumlah kecelakaan lalulintas pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah kecelakaan lalulintas mengalami kenaikan sebesar 1,6% dari 6.379 kasus di tahun 2023 menjadi 6.850 kasus di tahun 2024.Sementara itu, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga mengalami peningkatan sebesar 1,3% dari 1.559 jiwa menjadi 1.580 jiwa. Selain itu, korban luka berat naik 5,2% dan luka ringan meningkat 0,5%.Untuk itu, Kapolda menyampaikan, sejumlah upaya harus dilakukan untuk menekan angka fatalitas kecelakaan tersebut. Antara lain, melaksanakan kegiatan preventif, seperti penjagaan, pengaturan, dan patroli rutin di titik-titik rawan kecelakaan.[br] Begitu juga dengan kegiatan preemtif, mencakup edukasi seperti Police Goes To School, kampanye keselamatan berkendara, serta kajian terhadap lokasi rawan kecelakaan atau black spot. Kemudian, kegiatan gakkum, berupa penerapan tilang di tempat, tilang berbasis ETLE dan teguran simpatik bagi pelanggar lalulintas.Selain laka lantas, kemacetan menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapim kali ini. Kapolda menegaskan perlunya peningkatan kehadiran personel di titik-titik rawan macet untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar."Dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan aktivitas masyarakat, penempatan personel lalulintas diupayakan secara optimal, khususnya di jam-jam sibuk dan lokasi yang kerap menjadi simpul kemacetan," tegasnya.(BS04)