Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan

Herman - Jumat, 22 November 2024 09:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112024/_9878_Pemisahan-Bayi-Kembar-Siam-Brian-dan-Drian-Berhasil-Dilakukan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04

beritasumut.com - Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) berhasil melakukan pemisahan bayi kembar siam dempet dada hingga perut bagian bawah bernama Brian dan Drian.Kendati operasi pemisahan terbilang berhasil, namun satu dari bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki tersebut (Drian) tak bisa terselamatkan nyawanya.Ketua tim penanganan kembar siam RSUP HAM, dr Rizky Adriansyah MKed (Ped) SpA(K) mengatakan, pihaknya melakukan operasi pemisahan pada 8 Oktober 2024 lalu.“Brian dan Drian ini mengalami dempet yang sangat luas, mulai dari dada atas sampai ke bawah. Dari sekian banyak yang kita tangani kasus kembar siam dari sebelumnya, kasus yang sekarang ini termasuk salah satu yang sangat luas dempetnya,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (21/11/2024).Dengan persetujuan kedua orang tua, lanjut Rizky, akhirnya diputuskan untuk dilakukan pemisahan, karena akan berkaitan dengan tumbuh kembang bayi.“Memang persiapannya kurang lebih sudah sejak dia lahir. Kita lakukan persiapan mulai dari pemeriksaan CT Scan, USG jantung, kemudian melihat sejauh mana organ-organ yang terlibat, itu sudah kita lakukan,” sebutnya.Rizky menjelaskan, dalam pemisahan bayi kembar siam itu melibatkan kurang lebih 50 dokter yang berasal dari RS Adam Malik dengan waktu operasi selama 12 jam lamanya.“Kita melibatkan dokter bedah plastik, dokter bedah jantung, dokter bedah saluran cerna, dokter anak, dokter bedah anak, dokter gizi anak, dokter ICU anak, dokter jantung anak dan lainnya,” terangnya.Akan tetapi, dalam proses penutupan kulit, Brian relatif lebih mudah dibandingkan Drian. Karena itu, Brian dua jam lebih dulu keluar ketimbang adiknya Drian.Usai berhasil dipisahkan, kedua bayi kembar tersebut sempat menjalani perawatan di ruang ICU. Setelah 4 sampai 6 jam perawatan, kondisi Drian mengalami penurunan.[br] “Drian sempat mengalami perburukan. Tapi memang Drian itu kondisinya agak sulit, sehingga membuatnya meninggal dunia. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. Satu (Brian) bertahan hidup dan satu lagi (Drian) meninggal dunia,” bebernya.Terkait penyebab meninggalnya Drian, Rizky menyatakan bahwa hal itu merupakan rahasia medis dan hanya disampaikan kepada keluarga pasien. Ditambahkannya, kondisi organ kedua bayi kembar siam itu sendiri lengkap. Hanya saja organ hati mengalami perlengketan dan organ jantung keduanya berada dalam satu ruangan.“Semua lengkap, ususnya semua terpisah, jantung terpisah walaupun di dalam satu ruangan, paru-parunya terpisah, pankreasnya juga dua. Hanya hati yang berdempetan, sehingga dokter bedah harus membelah hati mereka,” pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Hasan-Husin Meninggal Dunia

Peristiwa

Bayi Kembar Siam di RSUPHAM, Orangtua Masih Kesulitan Cari Pendonor ASI

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Butuh Donor ASI

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Lahir di Rumah Sakit Adam Malik Medan

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Ratih dan Ririn Kemungkinan Tidak Dipisah

Peristiwa

Gubernur Sumut Kunjungi Bayi Kembar Siam Ratih-Ririn