Warga Keturunan India Tamil Indonesia Tolak Perkataan Keling, T Alexander Fasha Harus Minta Maaf

Herman - Kamis, 14 November 2024 18:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112024/_8038_Warga-Keturunan-India-Tamil-Indonesia-Tolak-Perkataan-Keling--T-Alexander-Fasha-Harus-Minta-Maaf.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Warga keturunan Suku India Tamil yang ada di Indonesia menolak perkataan keling yang dilontarkan oleh cendekiawan T Alexander Fasha dalam pertemuan baru-baru ini di Kota Medan dan harus minta maaf. "Warga ataupun keturunan India Tamil terkejut dan tidak senang melihat ucapan keling yang sudah tidak terdengar lagi di masyarakat keturunan India Tamil Indonesia, khususnya Kota Medan. Keling ini bahasa kurang baik, banyak masyarakat Tamil keberatan dengan pernyataan dia (T Alexander Fasha) sangat ofensif," ucap warga keturunan India Tamil Kota Medan, Bakti Bawan Ibrahim, kepada wartawan, Kamis (14/11/2024). Kata dia, Ofensif artinya bersifat menyerang, menyakiti, atau menyinggung perasaan orang lain. Ofensif juga bisa berarti bertentangan dengan selera baik atau rasa moral. Jadi juga juga penghinaan ras. "Kita mau minta diklarifikasi bahasanya dan T Alexander Fasha minta maaf ke seluruh masyarakat keturunan India Tamil, yang ada di Indonesia, kita sebagai warga negara merasa dihina atau dikucilkan dengan perkataan dia ini. Kita akan melakukan aksi unjuk rasa maupun demo untuk memberikan efek jera kepada T Alexander Fasha tersebut," ujarnya. Jadi diharapkan kepada warga keturunan India Tamil di Medan tetap terang dan jaga terus persaudaraan dan toleransi beragama dl Medan. "Jangan ada lagi mengucapkan kata yang tidak etis yang bisa melukai hati warga keturunan yang ada di Medan," jelasnya. [br] Menurutnya, Bahasa meskipun hanya satu kata ternyata merasakan dan membuat sekelompok masyarakat merasa tersingkir oleh kesinisan yang terkandung di dalamnya. Sebutan keling itu sebenarnya sangat menyakitkan hati. Menurutnya, menyebut warga India yang tinggal di Medan baik yang berkulit putih terang, sawo matang, atau hitam legam sangat merendahkan dan berkonotasi negatif."Saya akui kota Medan ini beragam suku namun sangat menjaga persatuan dan persaudaraan. Tidak bisa dipecah belah. Saya harapkan T Alexander secepatnya meminta maaf kepada warga keturunan India Tamil Indonesia khususnya Kota Medan," tandasnya.(BS06)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gubernur Sumut Hadiri Deepavali 5123, Edy Rahmayadi Ajak Semua Suku Berkontribusi dalam Pembangunan

Peristiwa

Tionghoa Muslim dan Tamil Dukung Eldin-Akhyar