Brida Medan Kaji Pemanfaatan Sumur Laluan untuk Kurangi Genangan Air Hujan

Herman - Sabtu, 21 September 2024 14:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092024/_3169_Brida-Medan-Kaji-Pemanfaatan-Sumur-Laluan-untuk-Kurangi-Genangan-Air-Hujan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS07

beritasumut.com - Pemko Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menggelar Seminar Akhir Kajian Pemanfaatan Sumur Laluan (Groud Water Recharge) Dalam Upaya Mengurangi Genangan Air Hujan, di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan, Jumat (20/09/2024).Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kepala Brida Mansursyah saat membuka kegiatan ini mengatakan, siklus hidrologi seperti perubahan iklim dan meningkatnya kapasitas limpasan permukaan menyebabkan meningkatnya probabilitas genangan. "Selain itu, pertumbuhan penduduk, ekonomi atau pengembangan wilayah menjadi salah satu variabel penyebab terjadinya genangan air di daerah perkotaan," ujar Mansur dalam kegiatan yang dihadiri Kabid Ekonomi dan Pembangunan Brida Indra Gunawan dan segenap utusan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.Mansur mengatakan, Pemko Medan telah melakukan beberapa upaya untuk menyelesaikan masalah banjir, antara lain menormalisasi beberapa drainase, berkolaborasi dengan Badan Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS II) dalam upaya normalisasi tiga sungai di wilayah Medan, dan membangun kolam retensi. "Dan saat ini kita melakukan Kajian Pemanfaatan Sumur Laluan dengan melihat lapisan ekuiver untuk mengalirkan air limpasan dari drainase," ucapnya.Mansur berharap peserta nmemberikan saran, masukan, kritikan dan opini serta beragam ide kreatif dan inovatif yang nantinya bisa diterapkan berdasarkan riset dan kajian secara ilmiah sebagai pondasinya"Kami yakin, jika hasil kajian ini bisa kita laksanakan dengan baik dan sistematis, maka dapat memberikan banyak dampak positif yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan dalam mengurangi genangan air," ungkapnya.Dalam seminar itu, Ketua Tim Peneliti dari USU, Dr. Ir Ahmad Perwira Mulia, M.Sc memaparkan, konsep dasar sumur haluan yakni sistem drainase dirancang untuk mengelola aliran air hujan dan limpasan dengan memanfaatkan struktur vertikal seperti sumur resapan. [br] "Sistem ini bertujuan untuk mengurangi genangan air dan memitigasi dampak banjir dengan mengalirkan air ke dalam lapisan aquifer tanah secara langsung," terangnya. Lokasi penelitian, sebutnya, adalah di Kecamatan Medan Tembung, tepatnya di kawasan Jalan Letda Sujono-Mandala Bypass dan Jalan Letda Sujono-Tembung. Kesimpulan penelitian ini adalah luas catchment area yang berdampak genagnan di kawasan pintu tol Bandar Selamat sebesar lebih kurang 60 hektar dan diperlukan upaya untuk mengurangi genangan air, salah satunya adalah dengan pemasangan sumur laluan.(BS07)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tinjau Perbaikan Jalan Gurilla, Wakil Walikota Medan Ingin Masyarakat Terbebas Banjir

Peristiwa

Sejumlah Ruas Jalan di Medan Deli Tergenang Banjir Pada Hari Perayaan Imlek

Peristiwa

Pj Gubernur Sumut Fatoni dan Pj Ketua PKK Tyas Fatoni Tinjau Banjir dan Berikan Bantuan

Peristiwa

Dinkes Medan Instruksikan Puskesmas Tangani Dampak Banjir

Peristiwa

Hujan Guyur Medan dan Deli Serdang, 300 Rumah Terendam Banjir di Jalan Pelajar Ujung, Marindal 1, Kecamatan Patumbak

Peristiwa

Respon Cepat Banjir, Kapolda Sumut Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak