beritasumut.com - Satu kelompok pemuda anggota geng motor bersenjata tajam Neleng (Wak Jeng) yang terlibat serang warga di lahan tanah garapan Jalan Selambo Raya, Dusun 3, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang diburu Polrestabes Medan. Geng motor tersebut salah satu provokator yang kabur dari sergapan Polrestabes Medan. Mengenai kelompok geng motor itu, pihak Polrestabes Medan yang mempunyai pasukan terlatih sudah mengetahui ciri - cirinya. "Pihak kita tidak tinggal diam untuk memberikan suasana aman dan kondusif di Jalan Selambo Raya, " ucap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Teddy John Sahala Marbun SH MHum kepada wartawan, Rabu (18/9/2024). Karena itu butuh kerjasama yang baik kepada warga dan penggarap yang ada di Jalan Selambo Raya ini menjaga suasana aman di masyarakat. Disinggung mengenai penyerangan dan pengerusakan rumah, tanaman, dan pembakaran sepeda motor dan betor itu. "Semua yang terlibat melakukan pengerusakan, pembakaran dan pelemparan rumah warga tetap diusut tuntas," jelasnya. Dalam hal peristiwa itu, ada salah satu orang yang ditetapkan tersangka. Namun karena kondisi seorang warga itu alami luka - luka dan masih dirawat di rumah sakit belum bisa diboyong ke komando. "Seorang warga ditetapkan tersangka itu berinisial RA," jelasnya. Disebutkan Kombes Teddy akar permasalahannya, awalnya lahan tanah di Dusun 3 Selambo, Kecamatan Percut Sei Tuan, seluas 250 hektar adalah bekas lahan ex HGU PTPN II, yang telah dikuasai oleh kelompok masyarakat. Singkat cerita pada tahun 2011 tanah sudah dikuasai oleh PT BDG lalu dimanfaatkan kepada petani dengan menanam jagung dan kayu Boni. Selanjutnya Omri Barus sebelumnya adalah anggota yang bekerja di PT BDG dan statusnya mengawasi para penggarap berupa tanaman kayu Boni dan tanaman jagung.Pada Bulan Juni Tahun 2024 saudara Omi Barus keluar dari PT BDG dan membuat Forum Perumahaan Pemukiman Bersama Sejahtera Selambo (FPPBSS) dengan merekrut massa (warga) dari luar wilayah Selambo sebanyak kurang lebih 2.000 orang, di mana dikutip biaya sebanyak Rp 500 ribu dengan alasan untuk uang administrasi dan dapat lahan tanah dengan ukuran 10 X 20 meter. Pada Bulan Juni Omi Barus membentuk Forum Perumahan dan Pemukiman Bersama Sejahtera yang akan menguasai lahan tanah garapan. Peristiwa kejadian itu pada hari Senin, tanggal 16 September 2024 pukul 09.00 WIB terjadi aksi penyerangan aksi penyerangan, pembakaran Kantor warga Selambo (FPPBSD) oleh pihak PT BDG yang terjadi di Dusun 3, di lokasi kejadian ditemukan adanya sekelompok yang bersumber dari Kelompok pemuda yang dipimpin oleh Tejo (Ketua Ranting Lau Dendang) Begod (Ketua Ranting PP Desa Medan Estate) dan sejumlah warga yang diduga kelompok geng motor Neleng yang dipimpin oleh Medi dengan jumlah 100 orang.Setelah melakukan aksi penyerangan, sejumlah pemuda yang merupakan kelompok geng motor melarikan diri karena kehadiran polisi. Lalu oleh pihak FPPBSD bersama geng motor Akamsi diantaranya Niko Siburian melakukan pembakaran 1 unit sepeda motor milik warga dan selanjutnya melakukan pengerusakan rumah Ayub Marbun. Ayub dalam hal ini sebagai Kepala Dusun 3 yang mengakibatkan kaca jendela dan lainnya pecah - pecah. Ayub diduga terlibat menggerakkan geng motor Neleng yang dikontrak oleh PT BDG untuk menyerang kelompok forum perumahan tersebut. Selanjutnya karena risau, massa FPPBSD melakukan pengerusakan beberapa rumah, melakukan aniaya dan perampasan ponsel terhadap keluarga dari Kadus 3 Ayub Marbun. Kemudian polisi menginventaris beberapa kejadian tersebut dan mengarahkan para korban membuat laporan untuk ditindaklanjuti untuk mengamankan para pelaku."Sudah 2 pleton pasukan terlatih mengamankan TKP di Selambo. Pihak kita patroli setiap harinya di Selambo," jelasnya.(BS06)