Pijar Foundation: Ini Yang Harus Diubah Sebelum Berinovasi

Herman - Selasa, 27 Februari 2024 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022024/_417_Pijar-Foundation--Ini-Yang-Harus-Diubah-Sebelum-Berinovasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Edi Fajar Prasetyo dari Pijar Foundation memberikan wawasan yang menarik tentang bagaimana mengubah paradigma masyarakat untuk membentuk Unique Value Proposition (UVP). Dia mengilustrasikan konsep ini melalui keberhasilannya dalam mengubah paradigma negatif terhadap sampah menjadi sebuah peluang yang bernilai.Dalam pandangannya, Edi Fajar Prasetyo menyadari bahwa perubahan paradigma adalah kunci untuk menciptakan nilai yang unik. Sebagai contoh, dia berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah yang sering dianggap sebagai masalah menjadi sebuah peluang bisnis yang bernilai tinggi. Dengan kreativitas dan inovasi, dia berhasil menghasilkan tas dari sampah yang memiliki nilai jual jutaan rupiah.Melalui pendekatan ini, Edi Fajar Prasetyo tidak hanya menciptakan produk yang unik, tetapi juga mengubah cara masyarakat melihat sampah secara keseluruhan. Dia berhasil membuktikan bahwa sampah bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau diabaikan, tetapi bisa menjadi sumber daya yang berharga jika dikelola dengan benar."Dalam berinovasi kita harus mampu menggiring opini menjadi value bermanfaat. contoh sampah identik dengan bau, tapi kami berhasil jadikan tas bernilai jutaan rupiah," ucap Edi.Lebih dari sekadar produk, tas dari sampah yang diciptakan oleh Edi Fajar Prasetyo juga membawa pesan yang kuat tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Dengan membeli dan menggunakan produk ini, konsumen tidak hanya mendapatkan barang yang berkualitas, tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Setelah menemukan keunikan, edi menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. Edi mencontohkan project #Kopiliterasi dengan konsep Perpustakaan dan Barista dalam satu tempat berhasil mendapatkan perhatian dari salah satu instansi BUMN. "Cari isu yang general supaya kolaborasi tinggi, akhirnya project yang kita gagas bisa melibatkan berbagai mitra yang luas," ungkap Edi.[br] Terakhir, Edi memberi motivasi pada 52 aktivis yang hadir dalam Leadership Project Incubation 2024. Dalam penutupnya edi menyampaikan untuk menjalankan project tidak harus memiliki segalanya, para aktivis bisa berperan sebagai trigger bagi pergerakan masyarakat."Terpenting tidak harus mempunyai kemampuan yang lengkap dalam membuat program. Kita hanya perlu hadir sebagai pemantik, karena terkadang solusi bukan berasal dari kita. Fokus pada karya meski banyak yang mencerca. Ubah sengsara jadi sejahtera, ubah terpaan jadi masa depan!. Karena kesuksesan hidup berawal dari kegigihan bukan keluhan," tutup Edi.(ril)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tinjau PSEL di Benowo, Menko AHY: Infrastruktur Pengelolaan Sampah Lewat Teknologi Diperkuat

Peristiwa

Bahas Ketahanan Energi Bersama Mahasiswa Universitas Pertamina, Ini Pesan Komisaris Utama PT Pertamina

Peristiwa

Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Ini Dia Inovasi Hebat Karya Mahasiswa UPER

Peristiwa

Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Strategi Komprehensif

Peristiwa

Rico Waas-Zakiyuddin Ingin Sampah Ke Depan Didaur Ulang Jadi Sesuatu yang Berguna

Peristiwa

Tinjau Penanganan Sampah, Wakil Walikota Pematangsiantar Turun ke Kecamatan dan Kelurahan