beritasumut.com - Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Polres jajaran terus berupaya dalam menekan praktek peredaran dan penyalahgunaan narkoba.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, bahkan dalam rentang waktu satu hari, yakni pada Kamis (14/09/2023), sebanyak 94 orang pelaku narkoba berhasil diamankan.Hadi menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 72 kasus peredaran yang dapat diungkap."Dari pengungkapan 72 kasus itu, sebanyak 94 pelaku jaringan peredaran narkoba diamankan," katanya, Jumat (15/09/2023).Lebih lanjut, Hadi menerangkan, 94 tersangka narkoba itu memiliki peran berbeda. Di mana 16 di antara pemakai dan 78 masuk dalam jaringan, baik berperan sebagai kurir maupun pengedar atau bahkan bandar.Hadi menuturkan, selain para pelaku, pihak kepolisian juga melakukan berbagai penyitaan barang bukti, seperti sabu seberat 2,224 kg, ganja 1,504 kg, uang tunai Rp16.084.000, handphone 50 unit, sepeda motor 13 unit, mobil dua unit, timbangan elektrik sembilan unit dan bong/alat isap sabu 14 buah."Penindakan ini merupakan program prioritas kita, narkoba musuh bersama. Oleh karena itu, Polda Sumut menyatakan komitmen dalam memberantas narkoba di Sumatera Utara," pungkasnya.Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menilai problematik narkotika di wilayah Sumut berada pada faktor geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Provinsi Sumut.“Sedangkan faktor demografis yang sangat besar sekitar 15,11 juta jiwa menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba,” katanya, Jumat (8/9) lalu.[br] Peredaran gelap narkoba saat ini, sambungnya, bukan hanya menyasar orang dewasa melainkan remaja dan juga anak-anak.Oleh karena itu Agung mengaku, target keberhasilan Polda Sumut dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdasarkan hasil pengungkapan semata. Namun juga langkah pencegahan peredaran gelap juga menjadi target yang sangat penting.“Pada pelaksanaannya tentu Polda Sumut tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu adanya dukungan dari seluruh unsur pemerintah hingga masyarakat,” jelasnya.(BS04)