Merasa Dicurangi, Enam Calon Siswa Polwan yang Dinyatakan Tidak Lulus Protes

Herman - Senin, 19 Juni 2023 13:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062023/_8064_Merasa-Dicurangi--Enam-Calon-Siswa-Polwan-yang-Dinyatakan-Tidak-Lulus-Protes.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04

beritasumut.com - Sebanyak enam Casis (Calon Siswa) Polwan Polda Sumatera Utara (Poldasu) merasa menjadi korban ketidak profesionalan panitia daerah (Panda) seleksi penerimaan Bintara Polri setelah dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tes Kesehatan Kejiwaan (Keswa).Keenamnya adalah Sukma Eka Wiyana, Fatha Inaya Siagian, Clara Rosa Prilia Nainggolan, Amanda Dian Pulungan, Chrisna Putri Hutabarat dan Maria Rosida Febriyanti Sinaga.Oleh karena itu, mereka meminta Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun langsung mengawasi proses rekrutmen penerimaan Bintara Polri TA 2023 di Polda Sumut.Hal itu mereka katakan ketika mendatangi Panitia di Mako Brimob Jalan Bhayangkara, Sampali yang didampingi kuasa hukumnya Jonen Naibaho dan Rudolf Naibaho, kemarin."Dalam pelaksanaan test kesehatan kedua (Kesehatan Kejiwaan) Casis Polwan yang dilakukan pada Minggu 11 Juni 2023 ada upaya untuk tidak meloloskan kami. Di mana, panitia menyuruh kami untuk mengulang dan menyuruh merubah jawaban dengan alasan jawaban terlalu benar semua, jawaban terlalu tinggi, bahkan kami dituduh pembohong," kata para Casis Polwan yakni kepada wartawan, Sabtu (17/06/2023).Akan tetapi, lanjut, para Casis Polwan itu, setelah mereka dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), panitia mengatakan bahwa jawaban mereka terlalu lemah.Oleh karena itu, dengan dugaan kecurangan panitia Keswa, mereka didampingi kuasa hukum mendatangi Panitia di Mako Brimob pada Jumat (16/6). Namun muncul kecurigaan, karena kuasa hukum dilarang ikut mendampingi kliennya untuk bertemu dengan dokter tersebut.Pada kesempatan itu, para Casis Polwan itu mendesak panitia untuk memperlihatkan nilai pada Keswa yang dilakukan Minggu (11/6) lalu. Oleh dua orang dokter memperlihatkan grafik nilai yang ternyata keenam Casis Polwan itu memiliki nilai 80 dengan grafik yang sama, semua tidak ada beda.Keanehan juga terjadi, ketika dokter yang merupakan panitia seleksi Keswa mengatakan kalau nilai 80 terlalu tinggi, sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat. Uniknya, tambah para Casis itu, panitia mengatakan nilai 80 tidak boleh dan harus 75 ke bawah baru disebut memenuhi syarat."Nilai 76 keatas dinyatakan tidak memenuhi syarat. Yang memenuhi syarat harus nilai 75 kebawah. Itu syarat dari Mabes Polri," ucap para Casis mengulangi penjelasan panitia kepada para wartawan.[br] Kuasa hukum ke enam Casis Polwan, Jonen Naibaho mengkritisi sistim penilaian yang dilakukan panitia daerah seleksi penerimaan anggota Polri Polda Sumut."Sangat tidak logika, masa nilai 76 keatas dikatakan tidak memenuhi syarat sementara nilai 75 kebawah justru dimenangkan. Kalau demikian sistimnya yang dicari bukan orang pintar tetapi orang bodoh, jelas kita bisa lihat di google aja bisa dibaca soal untuk Keswa tersebut," ucapnya.Kemudian, sambung Jonen didampingi Rudolf Naibaho, panitia menyuruh para Casis untuk merubah jawaban dengan alasan nilai terlalu tinggi (benar semua). "Seandainya para Casis merubah semua jawaban berarti nilai Keswa menjadi 20, apakah untuk lulus menjadi Polwan harus Keswa nya nilai 20, baru sesuai SOP?, sesuai perkataan Panitia harus dibawah 75," tanya Jonen.Untuk itu, dia menilai dan menduga prosedural yang dilakukan panitia Keswa hanyalah akal-akalan. Menurutnya, sangat logika jika keenam Casis Polwan itu menjawab benar semua pertanyaan yang diajukan pada test Keswa mengingat mereka sudah belajar satu tahun untuk persiapan."Namun kepintaran mereka justru tidak dihargai. Bahkan satu dari enam Casis yang dikatakan tidak memenuhi syarat merupakan peringkat dua umum," timpalnya.Anehnya lagi, sambung dia, seorang rekan keenam Casis yang masih dalam satu Bimbel dinyatakan lulus. "Ada satu orang satu Bimbel dinyatakan lulus dan kami minta nilai satu orang itu ditunjukan tetapi tidak diperbolehkan karena itu katanya rahasia. Padahal, yang lulus ini sudah memberikan izin kepada kita kalau memang itu dibutuhkan," katanya. "Adik-adik ini juga tadi minta discan nilainya di depan orang itu langsung tapi tidak diperbolehkan karena harus ada izin Kapolri," tandasnya.[br] Sementara itu, Wakapoldasu, Brigjen Pol Jawari ketika dikonfirmasi soal protes Casis Polwan tersebut, mengaku akan segera mengecek tuntutan mereka."Terimakasih informasinya. Nanti saya cek. Peserta diberikan kesempatan menanyakan hasil Keswanya," ujar jenderal bintang satu tersebut.Sedangkan Karo Sumber Daya Manusia (SDM) Poldasu, Kombes Pol Benny ketika dikonfirmasi prihal komplain dan protes casis Polwan itu mengatakan, untuk tes Keswa dilakukan terhadap semua peserta. "Apabila hasilnya tidak valid, maka diulang dan selanjutnya dilakukan wawancara dokter yang kompeten," ujarnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polwan Ditlantas Polda Sumut Bagikan Cokelat kepada Pengendara dan Ajak Tertib Berlalulintas

Peristiwa

Kapolda Sumut: Hari Kartini Momentum Tingkatkan Prestasi Bagi Polwan

Peristiwa

Kabag SDM Polrestabes Medan Pimpin Apel Kepada Polwan Jajaran Polrestabes

Peristiwa

Polwan di Medan Jadi Korban Jambret, Massa Bersama Polisi Tangkap Pelaku

Peristiwa

Polrestabes Medan Gelar Syukuran HUT ke-75 Polwan

Peristiwa

Sambut HUT Polwan ke -75, Kapolrestabes Medan Olahraga Bersama Anggota