Ribuan Pengunjung Ramaikan Road to Hakordia di Sumut, KPK RI Harapkan Pesan Antikorupsi Tersampaikan

Herman - Kamis, 01 Desember 2022 19:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122022/_315_Ribuan-Pengunjung-Ramaikan-Road-to-Hakordia-di-Sumut--KPK-RI-Harapkan-Pesan-Antikorupsi-Tersampaikan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03

beritasumut.com - Ribuan pengunjung tercatat meramaikan rangkaian Road to Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022. Sedikitnya 8.650 orang mengunjungi 81 booth pelayanan publik yang ada pada kegiatan tersebut.Selain booth pelayanan publik, masyarakat juga mengikuti seminar dan pemutaran film antikorupsi. Diharapkan dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat dapat menerima pesan-pesan antikorupsi yang hendak disampaikan pada Hakordia tersebut.Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Didik Agung Widjanarko saat menutup kegiatan Road to Hakordia 2022 di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Rabu (30/11/2022) malam.Adapun beberapa pesan yang diharapkan sampai pada masyarakat maupun penyelenggara pemerintahan di antaranya, sinergi dan kolaborasi yang melibatkan seluruh instansi dan peran masyarakat. “Sinergi merupakan satu simpul kuat yang dibutuhkan dalam pemberantasan korupsi,” kata Didik.Tanggung jawab pemberantasan korupsi tidak hanya berada pada satu pihak saja. Melainkan juga elemen anak bangsa. Didik mengatakan dalam Road to Hakordia juga diadakan forum yang melibatkan partisipasi langsung anak-anak sebagai pendidikan karakter antikorupsi.Selain itu, dalam penyelenggaraan pemerintahan diperlukan konsistensi dan perilaku adaptif. Mengingat zaman yang terus berubah. Hal itu harus dilakukan agar pemerintahan berjalan lebih efektif sehingga dapat menyejahterakan masyarakat.“Begitu pula dengan upaya pemberantasan korupsi yang harus mengadaptasi dengan perubahan zaman, baik itu pencegahan maupun penindakan korupsi harus berjalan simultan dengan mengedepankan kolaborasi dan sinergitas antar lembaga dengan mengutamakan peran masyarakat,” kata Didik.[br] Senada disampaikan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ilyas Sitorus yang hadir dalam penutupan tersebut. Ia mengharapkan pesan yang digaungkan pada Road to Hakordia tersebut dapat tersampaikan di masyarakat.“Kita mengharapkan pesan-pesan atau gaung antikorupsi yang menjadi tujuan kegiatan ini dapat sampai pada masyarakat, ini tentunya kita harus sama-sama memberantas korupsi,” kata Ilyas.Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan hadiah pemenang aneka lomba yang diadakan. Mulai dari lomba mewarnai, vocal grup hingga debat antikorupsi. Road to Hakordia 2022 di Sumut ditutup dengan meriah. Penampilan hiburan dari Wali Band juga berhasil mengumpulkan ribuan masyarakat yang antusias menonton penampilan band nasional itu.(BS03)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Peringatan Harkodia 2024, Bobby Nasution Ikuti Zoom Meeting bersama KPK RI

Peristiwa

Hadiri Puncak Peringatan Hakordia di Jakarta, Gubernur Sumut: Jadikan Korupsi Sebagai Masa Lalu

Peristiwa

Gubernur Sumut Dukung Sertifikasi Spesifik Pengusaha yang Diinisiasi KPK

Peristiwa

Pengurus KADIN Medan Ikuti Seminar Hakordia di Medan

Peristiwa

Teken Komitmen Anti Korupsi di Hakordia, Edy Rahmayadi Minta KPK Sering Awasi Pemprov Sumut

Peristiwa

Wakil Ketua KPK Akui Pencegahan Korupsi di Sumatera Utara Membaik