Aniaya Sekuriti RS Bandung, Bripda T Terancam Sanksi Disiplin

Herman - Selasa, 08 November 2022 18:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112022/_7642_Aniaya-Sekuriti-RS-Bandung--Bripda-T-Terancam-Sanksi-Disiplin.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Terduga pelaku penganiayaan perawat di Rumah Sakit (RS) Bandung di Jalan Mistar, Kecamatan Medan Petisah, Bripda T terancam akan mendapat sanksi disiplin.Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Bintara Remaja (Baja) itu dinilai telah melakukan pelanggaran disiplin dan pidana umum (Pidum)."Biar nanti Propam yang memutuskan. Kalau secara internal, dia (Bripda T) terancam sanksi disiplin," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (08/11/2022).Menurut Hadi, Bid Propam Polda Sumut masih mendalami pemeriksaan terhadap delapan Baja tersebut yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap perawat dan sekuriti RS Bandung."Prosesnya sedang berjalan dan Propam masih melakukan pemeriksaan," jelasnya. Disinggung soal pemeriksaan terhadap pengawas Rusun Mapolda Sumut tempat Bripda T tinggal sementara, Hadi menyatakan juga sudah dimintai keterangan."Sudah, semua anggota yang berkaitan dengan peristiwa itu sudah diperiksa," tegasnya. [br] Hadi menyebutkan, walaupun nantinya Bripda T melakukan perdamaian, namun sanksi secara internal (disiplin) tetap akan dijatuhkan kepada yang bersangkutan."Sanksi disiplin tetap, walaupun nantinya adanya perdamaian," imbuhnya. Dalam kesempatan ini, Hadi kembali menegaskan, peristiwa yang terjadi pada Minggu (6/11) subuh itu adalah penganiayaan, bukan penyerangan. Dia menerangkan, penganiayaan itu terjadi karena Bripda Tito tersinggung dengan sebutan kepadanya sebagai sekuriti."Dia (Bripda T) tersinggung karena disebut sebagai sekuriti," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Terduga Pelaku Penyerangan Rumah Sakit Bandung Diperiksa

Peristiwa

Kapolrestabes Medan Turun Tangan Kasus Penyerangan RS Bandung