beritasumut.com - Seorang siswa SD Negeri 101816 Pancur Batu dituduh mencuri pensil temannya. ARD (7) juga dibentak - bentak oleh Guru Agama SD bernama Anda Manullang. Selain itu, anak di bawah umur itu dibentak direkam oleh wali kelasnya sehingga videonya viral sampai ke pihak orang tuanya. Sehubungan dengan itu, selaku orang tua siswa SD Negeri 101816 ARD, Alfindy Faisal Nur Amri (28) warga Jalan Bersiap,, Dusun I, Desa Hulu Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang ambil sikap dan melaporkan ke Unit PPA Polrestabes Medan."Apapun masalah itu anak di bawah umur itu jangan sampai dibentak. Dan belum tentu melakukan pencurian," ucapnya, kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Kamis (13/10/2022). Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (12/10/2022) pada pukul 11.00 WIB di ruang kelas SD Negeri 101816. Yang mana ARD izin permisi dari kelas menuju ke rumah kelas lainnya yang lagi proses belajar mengajar, saat ARD bersandar di pintu jendela melihat teman - temannya lagi belajar, namun - tiba - tiba guru agama tersebut membentaknya sehingga IRD ketakutan dan lari kembali lagi ke ruang kelasnya, IRD dituduh mencuri pensil. Padahal saat lari juga tidak ada membawa sesuatu. Hanya saja guru tersebut sangat berlebihan dan membentak - bentak yang membuat mental IRD juga terganggu. Akibat dibentak - bentak itu IRD ketakutan dan mengaku saja. "Sempat dilakukan mediasi mengenai IRD dan videonya yang viral tersebut namun mediasi itu tidak berjalan baik dan membuat saya tidak puas melihat nekatnya guru tersebut merusak mental anak saya tersebut tidak mau sekolah lagi," paparnya. Dirinya berharap kepada pihak penegak hukum yang ada di Polresabes Medan ini memproses kasus tersebut yang telah mencoreng nama baik keluarganya. "Yang jelas kasus ini terus berlanjut untuk memberikan efek jera kepada guru yang bersangkutan tesebut tidak mendidik siswa dengan baik, ada pidananya yakni ITE, " paparnya. [br] Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Kepala Sekolah SD Negeri 101816 Pancur Batu, B Nainggolan mengaku telah melakukan mediasi dan apa yang dilakukan oleh guru agama tersebut salah dan tidak boleh mendidik anak yang belum tentu melakukan kesalahan jangan dibentak dibentak."Persoalan tersebut hanya kesalahpahaman saja, guru agama tersebut mengaku salah dan tidak mengulangi kesalahannya lagi dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan untuk siswa di SD Negeri 101816. Begitu pun pihak kita juga akan melakukan mediasi lagi pada hari Jumat (14/12/2022) mendatang di SD Negeri 101816 bersama orang tua ARD tersebut," tandasnya.(BS06)