beritasumut.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) resmi menggelar Operasi Zebra Toba 2022, Senin (03/10/2022). Sesuai rencana, operasi lalulintas ini akan berlangsung selama 14 hari, hingga Minggu (16/10/2022) mendatang.Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Utara Brigjen Pol Dadang Hartanto menyampaikan, operasi ini juga akan melibatkan unsur TNI - Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan stakeholder terkait. "Sebagaimana kita ketahui bersama, keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas masih sangat memprihatikan. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari rendahnya kesadaran terhadap aturan berlalu lintas dan kepatuhan para pengguna jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan yang mengakibatkan kerugian materil maupun korban jiwa," ungkapnya saat memimpin Apel Gelar pasukan di halaman Mapolda Sumut.Dadang mengakui, bahwa selama periode bulan Januari hingga Agustus 2022, telah terjadi 4.306 kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 1.153 orang. Begitu juga korban luka berat 1.444 orang dan korban luka ringan 4.786 orang serta kerugian materil mencapai Rp11.355.120.000."Menyikapi permasalahan tersebut sekaligus upaya peningkatan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalulintas jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 Polda Sumatera Utara beserta jajaran menggelar operasi kepolisian mandiri kewilayahan dengan sandi operasi zebra Toba 2022. Pelaksanaan operasi akan berlangsung selama 14 hari terhitung mulai tanggal 3 sampai 16 Oktober dengan mengusung tema tertib berlalu lintas guna mewujudkan lalulintas yang presisi," jelasnya.Dadang menjelaskan, bahwa Operasi Zebra Toba 2022 merupakan operasi harkamtibmas bidang lalulintas yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif didukung pola penegakan hukum secara elektronik menggunakan ETLE statis dan mobile maupun teguran secara simpatik."Pelaksanaan Operasi zebra ini utamanya bertujuan untuk mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalulintas mengurangi angka fatalitas akibat kecelakaan lalulintas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas," terangnya. [br] Oleh karena itu dia berharap seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi benar-benar memahami cara bertindak yang harus dilakukan."Lakukan deteksi dini, pemetaan terhadap lokasi atau tempat yang rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, laksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang berlalu lintas melalui sosialisasi pada media cetak elektronik maupun media sosial," katanya.Kemudian, lanjutnya, seluruh personel harus melaksanakan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berlalulintas melaksanakan penegakan hukum terhadap pelanggaran melalui pemberian tilang maupun teguran secara elektronik dengan mobile pada tujuh prioritas pelanggaran."Laksanakan penegakan hukum dan penyidikan kecelakaan lalu lintas secara profesional proporsional dan prosedural serta lakukan counter opini terhadap berita-berita hoax di media sosial maupun media mainstream terkait Operasi zebra Toba 2022," pungkasnya.(BS04)