beritasumut.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyebutkan persoalan geng motor yang umumnya dilakoni remaja berusia di bawah umur tidak serta merta hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian saja.Kendati begitu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengaku, selama ini pihaknya, mulai dari Polsek dan Polres telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk mengatasi persoalan geng motor yang mayoritas pelakunya masih berstatus pelajar."Kita sudah lakukan sosialisasi ke sekolah sekolah tentang bahayanya kejahatan jalanan termasuk aksi geng motor," ungkapnya, Jumat (16/09/2022). Bukan hanya itu, Hadi menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan edukasi kepada masyarakat yang memiliki anak remaja. Karena menurut dia, persoalan geng motor ini adalah tanggung jawab bersama."Kita sosialisasi secara tatap muka maupun sosial media. Kita edukasi masyarakat agar anaknya selalu tetapdiawasi. Mari sama-sama kita awasi anak kita guna mencegah aksi kejahatan jalanan seperti aksi geng motor," jelasnya. [br] Meski demikian, Hadi mengatakan, pihaknya tetap melakukan tindakan hukum bagi pelaku geng motor yang telah meresahkan masyarakat. Kemudian, sambungnya, keseriusan Polda Sumut dan jajaran menangani kasus geng motor ini dengan meningkatkan patroli serta penempatan personel di lokasi yang rawan aksi kejahatan."Kita tetap serius menangani kasus geng motor terkhusus yang sudah mengancam keselamatan masyarakat. Selama ini kita sudah tingkatkan patroli, bahwa dimana lokasi-lokasi yang rawan ditempatkan personel," pungkasnya. Seperti diketahui, belum lama ini sejumlah aksi geng motor bersenjata tajam telah terjadi di Kota Medan. Mereka pun tak segan-segan melukai korbannya, bahkan sampai merampas sepeda motor.Dari aksi ini, petugas kepolisian memang telah menangkap sejumlah pelakunya. Para pelakunya tersebut mayoritas masih berusia di bawah umur. (BS04)