beritasumut.com - Pemerintah dikabarkan berencana akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan solar bersubsidi pada awal September mendatang. Untuk pertalite disebutkan akan naik Rp2.350 menjadi Rp10.000 sedangkan solar menjadi Rp8.500 dari sebelumnya Rp5.150.Terkait desas desus rencana kenaikan ini, beberapa elemen masyarakat juga dikabarkan akan melakukan aksi demonstrasi penolakan. Namun begitu, hingga saat ini, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengaku belum ada menerima laporan rencana unjuk rasa tersebut."Sampai saat ini saya belum ada menerima laporan akan adanya demo di Sumut terkait kenaikan harga BBM," ucap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, kepada wartawan, Senin (29/08/2022). Meski demikian, sambung Hadi, Polda Sumut akan berkoordinasi dengan Polres jajaran dan beberapa elemen terkait dengan informasi unjuk rasa. "Saya (akan) koordinasi dengan Polres Polres," ujarnya. [br] Hadi mengaku, kalau dalam pengamanan demo itu memang merupakan kewajiban dari pihak kepolisian. Untuk itu dia berharap, apabila nanti benar ada aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM, kelompok masyarakat bisa menjaga keamanan sehingga tercipta situasi kondusif."Mari sama-sama kita jaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara," tandasnya. Seperti diketahui, belakangan ini beredar informasi akan adanya aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM jenis pertalite dan solar. Bahkan di Jakarta, demo telah dilakukan oleh para driver ojek online di DPR.(BS04)