Komitmen Berantas Narkoba Gubernur Edy Rahmayadi Serahkan Dana Hibah Rp2 Miliar ke BNN

Herman - Selasa, 28 Juni 2022 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062022/_6664_Komitmen-Berantas-Narkoba-Gubernur-Edy-Rahmayadi-Serahkan-Dana-Hibah-Rp2-Miliar-ke-BNN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03

beritasumut.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyerahkan dana hibah senilai Rp2 Miliar kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut. Diharapkan dana tersebut dapat mendorong upaya pemberantasan narkoba di daerah ini, yang kini menjadi provinsi rangking pertama jumlah penyalahgunaan Narkoba terbanyak di Indonesia. Penyerahan dana hibah itu dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Edy Rahmayadi kepada Kepala BNN Sumut Brigjen Toga Panjaitan pada acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (27/06/2022). "Kita ingin Sumatera Utara tidak lagi menjadi peringkat pertama penyalahgunaan narkoba," kata Gubernur Edy Rahmayadi.Hadir di antaranya Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan, Wakajati Sumut Edyward Kaban serta unsur Forkopimda lainnya, lembaga penggiat anti narkoba, pemuda dan pelajar, dan pejabat Pemprov Sumut.Gubernur mengatakan, bahwa masalah narkoba sudah menjadi perhatian seluruh pihak, khususnya lembaga negara seperti kepolisian, TNI, pemerintah daerah hingga bea cukai dan lainnya. Apalagi Sumut masih menjadi nomor satu angka penyalahagunaan narkoba di Indonesia.Menurut Edy, masalah generasi muda terkait penyalahgunaan narkoba bukan hanya soal pribadi dan keluarga saja, melainkan masa depan bangsa. Mengingat proyeksi Indonesia Emas 2045 nantinya akan diisi oleh para penerus bangsa saat ini, dimana bonus demografi pada tahun itu memposisikan Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk usia produktif terbanyak.“Jangan menyalahkan siapapun, bukan salah bea cukai barang (narkotika) itu masuk ke Sumut dari luar. Jangan bilang ini salah polisi atau TNI yang main mata. Harusnya ini tanggung jawab kita semua, karena Sumut ini terlalu banyak pintu masuk jalur tikusnya,” sebut Edy.[br] Sementara Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan menyampaikan bahwa saat ini komitmen lembaga badan ini adalah bagaimana melakukan upaya penyembuhan atau rehabilitasi kepada para pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika.“Jadi kita mendorong agar para pengguna, yang bukan jaringan (narkoba), khususnya yang tidak mampu, agar diberikan rehabilitasi. Karena kalau tidak, nanti setelah dihukum, dia akan masuk lagi. Sehingga diperlukan upaya rehabilitasi, tetapi perlu bantuan pendanaan dari pemerintah daerah,” sebutnya.(BS03)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Menko Polkam Djamari Chaniago Serap Aspirasi di Medan, Bahas Stabilitas Nasional dan Hilirisasi Industri

Peristiwa

Wakil Walikota Binjai Terima Audiensi dengan BNN, Bahas Sinergitas Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika

Peristiwa

Pemkab Nias Selatan Rayon III Gelar Siraman Rohani

Peristiwa

Pemkab Nias Selatan Gelar Kegiatan Siraman Rohani

Peristiwa

Pemko Binjai dan BNN Kota Binjai Tandatangani MoU P4GN

Peristiwa

MoU dengan BNNK, Pj Bupati : Wujudkan Langkat Zero Narkoba