Bayi Suspek Hepatitis Akut Misterius Meninggal

Herman - Rabu, 18 Mei 2022 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052022/_4252_Bayi-Suspek-Hepatitis-Akut-Misterius-Meninggal.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
beritasumut.com -Setelah sekitar satu minggu dirawat, seorang bayi berusia delapan bulan, pasien suspek (diduga) hepatitis akut misterius kedua di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM).

Ketua Tim Dokter Penanganan Hepatitis Akut RSUPHAM, dr Ade Rachmat Yudiyanto SpA yang dikonfirmasi membenarkan kabar meninggalnya bayi malang asal Kabupaten Deliserdang tersebut.

"Benar sudah meninggal dunia pada Sabtu (14/5) pukul 20.40 WIB kemarina," ungkapnya, kepada wartawan, Selasa (17/05/2022).

Lebih lanjut Ade menjelaskan, sejak bayi dibawa ke rumah sakit vertikal Kemenkes ini pada Sabtu (7/5), stabilisasi tubuhnya memang sempat membaik. Namun pada Sabtu (14/5) kemarin, tiba-tiba kondisi fisiknya mengalami penurunan.

"Sabtu pagi kesannya masih stabil. Tapi ternyata kira-kira jam 17.00 WIB, itu mulai mengalami gangguan sirkulasi, dimana detak jantungnya sudah mulai cepat," jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, pada pukul 19.20 WIB keadaan jantung mulai lambat, walaupun direspon. Sampai sekitar satu jam, ternyata stabilisasinya gagal, dan akhirnya pasien dinyatakan meninggal.

Ade menuturkan, dari diagnosa akhir pasien meninggal, dikarenakan mengalami gagal nafas, lantaran ada permasalahan di radang paru (pneumonia), sirkulasi jantung dan komplikasi di organ tubuh lainnya dan ada ditemukan suatu bakteri/kuman. Soal dugaan hepatitis akut, Ade berharap hal ini tidak terjadi.

"Kita sudah melaporkan hasil temuan dan sudah sampai PP IDAI, mudah-mudahan jauh dari hepatitis akut misterius," imbuhnya.

[br] Dia mengaku, pemeriksaan kultur darah yang mereka lakukan, samplenya telah diambil pada tanggal 9 Mei dan tanggal 13 Mei hasilnya keluar. Terhadap penemunan ini, sambungnya, pihaknya juga telah melaporkan ke Pemprov Sumut dan Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI).

"Kata pihak PP IDAI nantinya akan mengumumkan apakah pasien terkena karena hepatitis atau bukan," terangnya.

Karenanya, tambah Ade, penegakan diagnosa kasus hepatitis akut misterius sampai saat ini belum ada ditemukan di Sumut. "Kita nggak berharap ke depannya (ada) infeksi yang lain. Jadi (dari laporan) belum ada hepatitis yang tidak diketahui, penyebabnya di Sumut," pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus anak meninggal karena suspek hepatitis akut misterius ini merupakan yang kali kedua di Sumut. Kasus pertama pada akhir April 2022 di mana balita dua tahun meninggal dengan gejala hepatitis berupa mual, muntah, diare, demam dan mata kuning di Rumah Sakit Elisabeth Medan.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Naik Sepeda Motor, Batara Ditembak Pengendara Pajero Sport Misterius

Peristiwa

Jasad Pria Misterius Ternyata Warga Aceh dan Lama Tinggal di Kapal

Peristiwa

Kapolsek Serbelawan Tinjau Lokasi Isu Penampakan Cahaya Misterius di Hutan Brombos

Peristiwa

Polisi Diminta Perketat Keamanan di Jalan Lintas Pasca Penembakan Dua Bus

Peristiwa

Korban Penembakan Misterius Ditolak Pengaduannya di Kantor Polisi

Peristiwa

Pemprov Sumut Pastikan Tak Ada PNS Misterius