Percepatan Vaksinasi Covid-19, Gubernur Edy Kunjungi Nias Bersama Pangdam dan Kapolda

- Kamis, 17 Februari 2022 18:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022022/_7218_Percepatan-Vaksinasi-Covid-19--Gubernur-Edy-Kunjungi-Nias-Bersama-Pangdam-dan-Kapolda.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengunjungi Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Kamis (17/2/2022). Tujuannya untuk akselerasi vaksinasi Covid-19, terutama bagi lanjut usia (Lansia yang) dan anak usia 6-11 tahun.Dalam arahannya, Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan kehadirannya bersama Pangdam dan Kapolda di Kepulauan Nias karena kabupaten/kota ini merupakan yang terjauh dari ibukota dan terpisah perairan. Dalam kondisi pandemi Covid-19, terjadinya penyebaran virus cukup mengkhawatirkan karena posisinya berada di satu pulau.

Baca Juga : Temukan Obat Kadaluarsa, Walikota Medan: Berbahaya Bagi Kesehatan Anak Jika Dikonsumsi

“Kalau kita lihat virus ini, berbahaya kalau Nias tidak ditangani. Inilah hasil diskusi kita bersama Pangdam dan Kapolda,” ujar Gubernur, pada acara yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Gunungsitoli, Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.Untuk itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara di Gunungsitoli yang memfasilitasi tempat kegiatan tersebut, yakni Kanwil Kemenag setempat, pengelola sekolah serta pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias. Dukungan itu pun dinilai menjadi motivasi bagi pemerintah provinsi bersama unsur Forkopimda lainnya.[br] “Nias dan Gunungsitoli itu sekarang level 3, sudah tanda peringatan ke arah level 4. Kalau sudah naik, semua ditutup, jalan disekat, sekolah tidak boleh dan pasar ditutup, ini berbahaya. Untuk itu kepada bupati dan walikota, sampaikan benar-benar kepada masyarakat,” jelas Edy.Kepada masyarakat, Edy berpesan, bahwa tindakan aparat aktif mengajak vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan adalah bagian dari tugas dan bukti kepedulian negara atas kondisi rakyatnya. Sebab, tanpa disiplin, pandemi Covid-19 akan sulit ditangani.“Jangan dianggap mereka (aparat) marah-marah. Aparat ini sayang kepada rakyat, karena virus ini hanya bisa putus jika dilakukan dengan protokol kesehatan, intinya masker (Prokes), jangan pernah tinggalkan,” tambah Gubernur.Langkah penting lainnya, kata Gubernur, yakni vaksinasi yang terus dikejar hingga ke desa-desa. Meskipun kesannya memaksa, namun semua itu agar imunitas rakyat meningkat, terutama menghadapi Covid-19, sehingga sekalipun harus terkena, tidak menyebabkan sakit parah.“Untuk itu mari kita sedapat mungkin mengejar ini. Tolong dikejar supaya rakyat kita selamat. Saya tahu kalian capek, tetapi inilah tugas kita,” sebut Gubernur, sembari menyampaikan terima kasih kepada TNI/Polri atas perannya selama ini.Senada dengan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan, kondisi penularan Covid-19 varian Omicron, khususnya di Gunungsitoli lebih tinggi saat ini dibanding Agustus 2021 saat varian delta melanda.“Untuk Gunungsitoli kasus paling tinggi itu 34 kasus (varian delta). Tetapi untuk sekarang ini, sudah mencapai 37 kasus. Meskipun bedanya 3, tetapi itu berbahaya. Termasuk Nias, dulu 10 kasus, sekarang naik 16 kasus,” terang Panca.Untuk itu, lanjut Panca, kehadiran mereka ke Kepulauan Nias adalah dalam rangka menjalankan instruksi pemerintah pusat, baik dalam upaya memutus penularan Omicron melalui protokol kesehatan (Prokes) yakni memperketat penggunaan masker, juga mengejar vaksinasi lengkap, terutama bagi Lansia dan anak usia 6-11 tahun.(BS03)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gubernur Sumut Akan Kuliahkan Kakak Beradik Yatim Piatu di Nias, Hingga Tamat

Peristiwa

Wakapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Safari Ramadan di Menteng, Beri Santunan Anak Yatim

Peristiwa

Hadiri Governansi Insight Forum OJK, Pj Gubernur Pamit ke Komunitas Jasa Keuangan dan Perbankan Sumut

Peristiwa

Pj Gubernur Sumut Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Terpilih Sumut Hasil Pilkada 2024

Peristiwa

Ikuti Paripurna Pengumuman Penetapan Gubsu-Wagubsu Terpilih, Bobby Nasution: Insya Allah Amanah Ini Kami Jalankan Sebaik-baiknya

Peristiwa

Rapim Polda Sumut Tahun 2025, Kapolda Instruksikan Tekan Angka Kecelakaan Lalulintas dan Kurangi Kemacetan