Beritasumut.com - Bentrok antar kelompok Geng motor di Jalan Gudang, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang kembali terjadi, Minggu (26/12/2021) pagi. Kali ini, kedua kelompok masing-masing, Geng motor Neleng dan kelompok Geng motor Tembong, mengakibatkan 1 orang korban tewas bernama Alfiansyah Najis alias Tembong (21) warga Jalan Truno Joyo, Dusun X, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan meninggal dunia.
Informasi diperoleh dari seorang warga bernama Fadli (21) warga Dusun 9, Gang Pendowo, Kecamatan Percut Sei Tuan mengatakan bahwa pelaku penembakan terhadap Alfiansyah Najis alias Tembong adalah Genk motor dari kelompok Neleng (Nenek Oleng) yang bernama Medi Tri Anggara (20) yang merupakan warga Jalan Kaki Serayu, Gang Pancasila, Dusun 16, Desa Saentis. Pelaku Medi bersama seorang rekannya bernama Sofyan Hanafi alias Eok yang melakukan penodongan senjata mirip Pistol.
“Kejadiannya pada hari Minggu (26/12/2021) pagi sekira pukul 06.00 WIB, geng motor Neleng pimpinan Medi Tri Anggara bertengkar dengan kelompok Tembong di Simpang Jalan Gudang. Kejadian itu, Kelompok Medi yang duluan menyerang kelompok Tembong, lalu kelompok Tembong melakukan pembalasan dan terjadi keributan di lokasi kejadian," jelas seorang warga bernama Fadli.
Baca Juga : Polisi Bekuk Sindikat Spesialis Curanmor di Medan Helvetia
Diakuinya, keributan ini sempat dilerai oleh Kepala Desa Saentis bernama Asmawito. "Namun geng motor tersebut malah menodongkan senapan angin mirip pistol dan menembaknya ke arah Tembong hingga dada kiri Tembong terkena tembakan,†jelasnya.
Untuk selanjutnya, korban pun dibawa ke RS Mitra Medika Brayan untuk mendapatkan pertolongan medis, namun saat tiba di sana, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia. Atas kejadian ini Orangtua korban sudah membuat laporan pengaduan ke Polsek Percut Sei Tuan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Bambang membenarkan kejadian itu, "Sudah ada yang membuat laporan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelakunya," pungkasnya. (BS04)