Beritasumut.com - Sejumlah keluarga korban anak hilang berhasil membongkar sindikat perdagangan orang (human trafficking) di seputaran Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), tepatnya di Kafe Neraka. Sebelumnya keluarga korban anak hilang itu telah membuat laporan informasi orang meninggalkan rumah dengan Nomor:LI/59/YAN.2.5/K/XI/2021/SPKT Restabes Medan pada hari Sabtu (20/11/2021) atas nama Budi Hartati Lubis, Orangtua dari korban ZRK (16 thn).
Pencarian oleh keluarga korban itu membuahkan hasil yang baik. Yang mana anak masih di bawah umur ini ternyata dibawa oleh komplotan perdagangan orang yang dikendalikan oleh pelaku berinisial SLA (17) warga Medan dan masih pelajar. Korban ZRK terkena bujuk rayu atau diiming-imingi mendapatkan kerja layak dan mendapatkan gaji cukup untuk gadis seusia para korban yang masih belia.
Ketiga korban yang hilang disembunyikan di Kafe Neraka itu masing-masing ZRK (16) siswi SMK Laksamana Martadinata Medan, P (14) SMP Persit Kartika I Medan dan A (14) SMP Rahmad Islamiyyah Jalan Gaperta Medan. "Ketiga yang ditemukan itu dengan kondisi stabil dan sehat-sehat saat disembunyikan di Kafe Neraka," ucap Herdiansyah, Syahputra (21) abang kandung korban P yang berhasil menemukan adiknya disembunyikan di Kafe Neraka, kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Senin (22/11/2021) siang.
Baca Juga : Viral di Medsos, Anak Perempuan di Bawah Umur Diculik dan Diperkosa Dua Teman Prianya
Diakuinya adiknya P hilang bersama teman lainnya itu pada hari Jumat (18/11/2021) lalu. Yang mana adiknya itu dijemput dari sekolahnya oleh pelaku SLA yang mempunyai relasi banyak di seputaran Kota Medan untuk bekerja layak. Namun karena para korban yang resah melihat pelaku itu memberontak untuk dijual di Kota Binjai maupun di tempat lainnya.
[br] Sindikat perdagangan orang itu telah berhasil menjual anak masih di bawah umur ke Kota Batam. Sehingga komplotan SLA ini mencari anak gadis yang masih remaja untuk dijual kepada pria hidung belang yang ada di seputaran Kota Medan dan sekitarnya. "Saat digerebek di TKP juga, pelaku berinsial SLA itu kabur dan nomor ponselnya tidak aktif lagi," paparnya.
Karena itu, sebagi keluarga korban perdagangan orang itu mengharapkan kepada pihak kepolisian yang ada di Kota Medan agar memburu para komplotan SLA itu yang masih bersembunyi di seputaran Kota Medan. "Kita harapkan SLA diduga sebagai mucikari itu harus ditangkap secepatnya karena membuat resah warga Kota Medan," jelasnya.
Sejumlah keluarga korban yang mendampingi anak-anaknya saat ini masih membuat laporan pengaduan sindikat perdagangan orang (human trafficking) di Polrestabes Medan. "Saya bersyukur keluarga saya yang hendak dijual kepada pria hidung belang itu selamat dan tidak ada kekerasan kepada korban P dan lainnya tersebut," tandas Abang Korban. (BS04)