Beritasumut.com-Armadani Laia (30 tahun), seorang warga asal Nias yang bekerja sebagai pengamen menjadi korban penusukan. Armadani yang tidak memiliki keluarga di Medan ini mendapat perawatan di ruang perawatan Rawat Inap Terpadu (Rindu) B2 Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM).Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUPHAM, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan pada Minggu (10/10/2021)lalu, Armadani diantarkan oleh seorang temannya ke Instalasi Gawat Darurat RSUPHAM dalam kondisi terluka akibat ditusuk benda tajam oleh orang tak dikenal di bagian dahinya. Tim Medis RS vertikal Kemenkes ini langsung memberikan perawatan darurat untuk membantunya.
Baca Juga : Penggrebekan Kasus Narkoba di USU, 31 Orang Mahasiswa dan Alumni Direhabilitasi Hingga Sembuh
"Tenaga kesehatan RSUPHAM sendiri sudah melakukan sejumlah tindakan medis untuk merawat pasien. Tim dokter telah melakukan pencucian dan penjahitan luka di ruang operasi, hingga kemudian pasien menjalani perawatan di Rindu B2 sejak Minggu malam," ujar Rosario, Kamis (14/10/2021). Rosario melanjutkan, selain tidak memiliki keluarga di Medan, pasien ini ternyata juga tidak memiliki kartu identitas apapun dan berkas untuk pengurusan jaminan pelayanan kesehatan. Sementara, kondisinya saat ini sudah mulai membaik dan bisa menjalani rawat jalan.
[br] "Pasien sudah diperbolehkan pulang berobat jalan, tapi sampai saat ini belum ada keluarga yang menjemput pasien, dan tidak ada keluarga yang bisa dihubungi," jelasnya.Rosario menambahkan, sebagai rumah sakit pemerintah RSUPHAM sendiri selalu menerima semua pasien yang datang berobat dalam kondisi apapun, termasuk pasien tanpa identitas dan keluarga.
Untuk itu, dia menyampaikan, bila ada pihak keluarga atau masyarakat yang mengenal pasien tersebut dapat menghubungi Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUPHAM melalui nomor telepon 061-8364581 ext. 164, atau datang langsung ke rumah sakit. "Kami berharap pula kerja sama dari masyarakat, jika merasa kehilangan keluarga, atau mungkin mengenal pasien ini, bisa langsung datang agar pasien dapat dipulangkan untuk bisa mendapatkan perhatian lebih dari keluarganya," tutupnya.(BS04)