Cek Fakta Atau Hoax di Ruang Digital

Herman - Sabtu, 09 Oktober 2021 18:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102021/_5741_Cek-Fakta-Atau-Hoax-di-Ruang-Digital.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung, Kamis (23/09/2021), dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang.Kegiatan ini dalam rangka sosialisasi empat kerangka digital yakni KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H Edy Rahmayadi, dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.Webinar membahas tentang MEMAHAMI PENTINGNYA DATA PRIBADI oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.Menurut Ersan Suria Pranoto BA Hons MSc, menjelaskan, privasi dan data yang perlu dijaga, antara lain kartu identitas, kartu elektronik atau perbankan, kode atau barcode, atribut sekolah anak, atribut dan tempat bekerja, permasalahan keluarga, foto anak tanpa pakaian, serta foto rumah dan segala isinya. Cara menghindari ancaman keamanan di ruang digital, meliputi jaga etika dan bahasa, jangan asal unggah konten, filter akun yang diikuti, tidak perlu detail mencantumkan informasi, lindungi privasi, serta selalu waspada dan jangan langsung percaya. Ditambah dengan pemaparan oleh Aldan Aldama SSos MSi, menjelaskan, dalam menggunakan aplikasi percakapan dan media sosial, sangat penting memperhatikan fitur keamannya, antara lain privacy Setting, blocking, reporting atau deleting, location setting, verifikasi dua langkah, Touch ID atau Face ID, pengaturan privacy group, serta profil privasi. Ini semua untuk menghindari cybercrime, antara lain peretasan atau hacking dan penipuan, ancaman online, penguntit, membeli barang illegal, pembuatan profil palsu, serta persahabatan online palsu.Dalam mengenali berita palsu, Haris Fadhil SIP antara lain cek sumber beritanya. Hoaks biasanya berita dari sumber yang tidak terpercaya. Jadi perhatikan sumbernya dan jangan langsung memnbagikan sebelum disaring, supaya tidak menjadi bagian dari penyebaran berita hoaks tersebut.Menurut Widya Handary SH, untuk membatasi kebebasan berekspresi di dunia maya agar masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikannya dan menguji kedewasaan masyarakat dalam menyikapi makna kebebasan berekspresi. Bebas berekspresi tidak harus menyakiti orang lain. Pahami batasan-batasan dalam berekspresi. Diakhiri dengan key opinion leader, oleh Tenny Clemenstine sebagai Influencer, menjelaskan pentingnya menjaga data diri agar tidak terjadi kebocoran dan digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.(rel)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Save Our Socmed, Indosat Kampanye Gerakan Anti Hate Speech kepada Mahasiswa UINSU Tuntungan

Peristiwa

Indosat Dorong Inklusi Digital ke Indonesia Timur, Kemudahan Akses Informasi dan Peluang Tanpa Batas di NTT

Peristiwa

Panglima TNI: Literasi Digital Adalah Kerja Besar Yang Memerlukan Sinergitas

Peristiwa

Dinas Kominfo Sumut Siap Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital Sumut

Peristiwa

Motivasi Ratusan Relawan Sumut Mengajar, Edy Rahmayadi Minta Terus Cerdaskan Rakyat Hingga ke Tempat Terpencil

Peristiwa

Pemko Medan Dorong Masyarakat Manfaatkan Digitalisasi Tingkatkan Kesejahteraan