Kemkominfo Gelar Literasi Digital di Simalungun

Herman - Sabtu, 09 Oktober 2021 16:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102021/_7356_Kemkominfo-Gelar-Literasi-Digital-di-Simalungun.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung, Sabtu (25/09/2021), dilaksanakan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.Kegiatan ini dalam rangka sosialisasi empat kerangka digital yakni KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H Edy Rahmayadi, dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.Webinar membahas tentang MEMAHAMI PENTINGNYA MENJAGA KEAMANAN DI RUANG DIGITAL oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.Menurut Rio Alief Radhanta MM, menjelaskan, konten media yang bersifat privasi dalam gawai sangat beresiko tinggi. Mulailah bermedia digital dengan melakukan aktivitas positif. Tips menjaga keamanan dari kejahatan penyalahgunaan informasi digital, antara lain kuasai aplikasi, rutin mengganti password, hapus aplikasi tidak penting, rutin memeriksa history, serta sebarkan hal yang positif. Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Edi Purwanto MSi, menjelaskan dalam beberapa kasus pengguna media online bisa meminta platform media digital untuk menghapus jejak digital yang ada di internet, tapi tidak bisa untuk data yang sudah disimpan oleh pengguna lainnya, kemungkinan ada yang sudah menyimpan data saat diunggah. Data yang sudah dibagikan, tetap akan meninggalkan jejak. Cara merawat jejak digital, diantaranya gunakan akun yang berbeda untuk berbagai kegiatan, selalu perbarui sistem operasi anti virus, hapus aplikasi yang tidak dipakai, gunakan kombinasi sandi yang kuat untuk seluruh akun, serta unggah hal-hal yang positif dan bermanfaat.Menurut Dr Rospita Deliana Siahaan, menjelaskan kebebasan berekspresi di ruang digital kebebasan yang sebebas-bebasnya itu bukan kebebasan, itu anarki. Kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab, kewajiban menjaga aturan yang berlaku. Berekspresi di media sosial, dengan tidak menyebarkan berita bohong atau hoax, tidak provokatif, tidak menyebar kebencian, serta tidak menyinggung isu SARA. Diakhiri dengan key opinion leader, oleh Florencia Melissa sebagai Beauty Influencer, menjelaskan menjaga keamanan di ruang digital karena dapat menyebabkan data digital dapat digunakan untuk hal buruk oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat juga perlu merawat jejak digital agar tetap bersih, karena jejak digital dapat berpengaruh saat mencari pekerjaan nantinya serta dapat menimbulkan cyber bullying.(rel)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Save Our Socmed, Indosat Kampanye Gerakan Anti Hate Speech kepada Mahasiswa UINSU Tuntungan

Peristiwa

Indosat Dorong Inklusi Digital ke Indonesia Timur, Kemudahan Akses Informasi dan Peluang Tanpa Batas di NTT

Peristiwa

Panglima TNI: Literasi Digital Adalah Kerja Besar Yang Memerlukan Sinergitas

Peristiwa

Dinas Kominfo Sumut Siap Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital Sumut

Peristiwa

Motivasi Ratusan Relawan Sumut Mengajar, Edy Rahmayadi Minta Terus Cerdaskan Rakyat Hingga ke Tempat Terpencil

Peristiwa

Pemko Medan Dorong Masyarakat Manfaatkan Digitalisasi Tingkatkan Kesejahteraan