Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu di KIM Diharapkan Mampu Pangkas Biaya Pengolahan Limbah B3

- Jumat, 08 Oktober 2021 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102021/_8127_Fasilitas-Pengolahan-Limbah-Terpadu-di-KIM-Diharapkan-Mampu-Pangkas-Biaya-Pengolahan-Limbah-B3.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau lokasi pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu (FPLT) di kompleks Kawasan Industri Medan (KIM), Jalan Pulau Batam, Percut Seituan, Deli Serdang, Kamis (07/10/2021). Keberadaan sarana ini diharapkan dapat mengurangi biaya pengolahan limbah, terutama limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).“Saya memang menginginkan ada yang seperti ini di Sumut, sejak tiga tahun lalu. Karena ini akan banyak manfaatnya, terutama dalam hal pengolahan limbah, khususnya B3, dari Rumah Sakit,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Dirut PT KIM Ngurah Wirawan, Direktur Pengembagan dan Operasioal M Hita Tunggal dan Direktur Operasi I PT Adhi Karya Suko Widigdo.

Baca Juga : Masyarakat di Minta untuk Tidak Menelantarkan ODGJ

Di lokasi pembangunan FPLT seluas lima hektare tersebut, Gubernur mengunjungi beberapa sarana pengoperasian pengolahan limbah, seperti laboratorium dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Gubernur menyampaikan bahwa usulan membangun kawasan ini sejak tiga tahun lalu, karena beberapa laporan dan permohonan dari Rumah Sakit (RS) terkait pengolahan limbah B3.

“Karena biaya pengolahan limbah, khususnya B3 dari Rumah Sakit, harus dikirim ke Jawa Barat. Bisa dibayangkan berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk itu. Bahkan ada yang mencoba mengolah sendiri limbahnya, dengan cara yang tidak benar,” jelas Gubernur.

[br] Untuk itu, Gubernur bersyukur bahwa proyek yang telah dilakukan peletakan batu pertama tahun lalu, kini dalam progres yang baik. Sebab pada dasarnya, ide dan permohonan pembangunan instalasi pengolahan limbah terpadu ini sudah ia sampaikan pada 2018 silam.“Ini akan mempermudah penghapusan limbah, mengurangi biaya dan pastinya menampung banyak tenaga kerja,” terangnya.Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT KIM Ngurah Wirawan mengapresiasi kehadiran Gubernur Edy Rahmayadi yang meninjau lokasi pembangunan FPLT tersebut. Dengan sarana ini, kawasan perindustrian ini akan memiliki pengolahan limbah yang berkapasitas cukup besar. Karenanya mereka meminta agar seluruh progres yang sudah berjalan, diyakinkan dapat mencapai target sebagaimana arahan Gubernur.Senada dengan itu, Direktur Operasi I PT Adhi Karya Suko Widigdo menjelaskan bahwa di dalam FPLT ada beberapa proses. Pada tahap I, katanya, ada laboratorium B3, sarana pelatihan SDM untuk keperluan pengolahan limbah B3, IPAL dengan kapasitas COD (Chemical Oxygen Demand) tinggi bagi limbah berat.

“Itu akan kami olah (limbah), sementara rencana 200 titik (pengolahan), dari target 500 titik. Kemudian kita ada insinerator, dan TPS (Tempat Pengolahan Sampah),” pungkasnya.(BS03)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Lebih 10 Jam, Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam

Peristiwa

Pemerintah Minta Bangun Pabrik Komponen di RI, Boeing Respons Begini

Peristiwa

Proliga 2025: Gresik Petrokimia Kalahkan Jakarta Pertamina Enduro 3-0

Peristiwa

Polda Sumut Limpahkan Lima Tersangka Pabrik Ekstasi

Peristiwa

Pernah Digerebek, Judi Dadu di Komplek Kimsa Titi Kuning Masih Beroperasi

Peristiwa

Belum Digerebek Polisi, Lapak Judi Dadu di Komplek Kimsa Titi Kuning Bebas Beroperasi