Beritasumut.com-Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi meninjau Lapangan Hasil Karya Pemuda Pelopor Atas Nama Labora Simorangkir Berupa Ternak Lebah Madu di Desa Lobuhole Kecamatan Siatas Barita."Kebanggaan bagi pemimpin punya pemuda pelopor yang kreatif dan inovatif. Baru pertama kali saya turun melihat madu taput.Para pimpinan OPD terkait saya harapkan segera membantu kendala yang dihadapi di tempat ini.Bumdes tiga desa harus dilakukan. Siapkan anggaran untuk tahun depan. Dari keinginan Bapak Simorangkir, mereka mau mensosialisasikan dan mengajari ternak lebah ke beberapa desa. Tentu dilakukan bumdes," ungkap Bupati dilansir dari laman tapanuliutara, Minggu (08/08/2021).
Baca Juga : Rawat Pasien Covid-19, RSUD dr Hadrianus Sinaga Pangururan Konsentrasikan Gedung Kelas I dan II
"Disiapkan anggarannya untuk tiga desa tahun depan, konsepnya seperti koperasi bersama peternak madu.Saya akan sumbang beberapa kotak untuk ternak madu desa ini.Sumur bor agar diusahakan secepatnya untuk direalisasikan di desa ini. Perbaikan jalan juga akan diusahakan tahun depan bisa terwujud. Pada intinya kita akan angkat Aula Rimba Lestari Ternak Lebah ini menjadi kebanggaan dan kekayaan Tapanuli Utara. Tempat ini harus kita benahi," sambung Bupati lagi."Pengurusan ijin juga akan segera di urus. Ijin kesehatan dan juga ijin usaha. Diharapkan kepada pemimpin OPD terkait segera membantu. Rancang packaging Madunya dengan kemasan ramah lingkungan. Kedatangan saya ke sini harus berdampak. Rimba Lestari Ternak Lebah sudah bisa menjadi lokasi yang sangat nyaman, tenang, dan menjadi contoh buat daerah yang lain," terang Bupati.[br] Kepada Dinas Pariwisata, Bupati mengatakan jika pihaknya sudah dapat bantuan untuk wisata Nanas. Dinas Pariwisata bisa usulkan kembali tempat ini kepada Mentri Pariwisata agar bisa mendapat bantuan untuk tahun depan, segera surati dalam minggu ini. "Apa yang saya sampaikan tolong direalisasikan. Intinya saya datang buat gebrakan disini," tegas Bupati.Sementara itu, Labora Simorangkir menceritakan bahwa pada tahun 1993 mulai dibuka lahan tersebut kurang lebih 4 hektar."Saya adalah seorang pecinta alam.Apa yang bisa saya bisa tanam dengan alam ini untuk menghidupi keluarga saya, dengan anak tujuh orang. Kesabaran adalah hal utama saya untuk usaha ternak madu ini".
"Peternakan madu sangat menguntungkan bagi masyarakat.Tapanuli Utara sangat berpotensi ternak lebah karena kabupaten banyak hutannya. Sifat lebah madu ini adalah sosial, apabila diberkati dengan ilmu marilah kita bagi dengan sesama," jelasnya."Menjiwai lebah madu sangat bersahabat bagi kita. Harapan saya Taput menjadi Agrowisata Lebah Madu. Dengan beternak lebah madu, ikut menjaga kelestarian hutan. Impian saya Tapanuli Utara menjadi pengusaha lebah madu.Membantu masyarakat," ujar Labora yang mengaku sudah pernah tiga kali pelatihan ternak lebah ke Nias.(BS09)