Beritasumut.com-Wali Kota Sibolga H Jamaluddin Pohan bersama jajaran Satgas Covid-19 Kota Sibolga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemulasaran Jenazah Terpapar Covid-19, di Aula Nusantara I Kantor Wali Kota Sibolga.Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengatakan meski saat ini Kota Sibolga masuk dalam level 3 PPKM, tetapi angka kematian meningkat di Rumah Sakit di Kota Sibolga. "Kendati pasien meninggal lebih banyak bukan penduduk Kota Sibolga, namun karena meninggalnya di rumah sakit Kota Sibolga, maka menjadi tanggung jawab rumah sakit Kota Sibolga untuk tindakan pemulasaran jenazahnya," ujar Wali Kota dilansir dari laman sibolga, Minggu (01/08/2021).
Baca Juga : Waka Polda Sumut Tinjau Vaksinasi 3.000 Buruh dan Masyarakat Tahap II di Deli Serdang
Wali Kota Sibolga meminta untuk disegerakan merevisi SK pemulasaran jenazah dengan memasukkan unsur-unsur keagamaan di dalamnya,serta segera melakukan sosialisasi, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat dan keluarga korban meninggal dunia yang terpapar virus Covid-19.“Sehingga keluarga korban yakin dan percaya, bahwa jenazah telah diperlakukan sesuai ketentuan syariat agama yang di anut jenazah," terang Wali Kota.Turut hadir dalam rapat ini, unsur Polres Sibolga, unsur Kodim 0211/TT, Sekda M Yusuf Batubara, Kakan Kemenag Dr H Bahrum Saleh, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Josua Hutapea, unsur MUI, Tokoh Agama, Pimpinan OPD terkait, serta Camat se-Kota Sibolga.(BS09)