Beritasumut.com-Wakil Bupati (Wabup) Nias Barat Dr Era-Era Hia MM MSi menyambut kunjungan kerja dari Tim Bappeda dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dipimpin Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Kewilayahan Bappeda Sumut Fuad Perkasa. Dalam kesempatan itu, Wabup mengatakan jika akses utama yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dengan Kabupaten/Kota lainnya terutama Kota Gunungsitoli dan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan yang merupakan pintu keluar masuk ke Kepulauan Nias sebagian besar kondisinya sangat memprihatinkan dan sulit dilalui oleh kendaraan baik roda 4 maupun roda 2.
Baca Juga : Satgas COVID-19: Tindak Tegas Bagi Pelanggar PPKM Darurat
"Perlu diketahui bahwa sebagian besar ruas jalan dimaksud merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, antara lain Ruas Siwalawa IIâ€"Sirombu yang merupakan akses jalan menuju Kabupaten Nias Selatan.Ruas Dola-Duria.Ruas Hilimbuasiâ€"Mandrehe, termasuk di dalamnya Jembatan Oyo di Desa Tuwuna yang saat ini kondisinya rusak berat dan perlu penangangan segera, ini sudah ditinjau langsung dan dijanjikan oleh Bapak Gubernur pada saat berkunjung ke Kabupaten Nias Barat," ujar Wabup dilansir dari laman niasbarat, Minggu (11/07/2021).Kemudian, kata Wabup, Ruas Mandrehe-Sirombu serta Ruas Lasara Bagawu-batas Kabupaten Nias Barat yang merupakan akses pengubung Kabupaten Nias Barat dengan Kabupaten Nias Utara.[br] "Kami memohon kiranya pembangunan jalan dan jembatan tersebut dapat dibangun secara bertahap dan kalau memungkinkan penanganannya dapat dimulai pada Tahun Anggaran 2021 ini apabila dapat diusulkan melalui Perubahan APBD Tahun 2021 terutama ruas jalan Siwalawa IIâ€"Sirombu, dalam hal ini dari Simpang Fabaliwa/Tetesua menuju Simpang Tiga Lahomi," pinta Wabup.Sementara itu, Tim Provsu oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Kewilayahan Bappeda Sumut Fuad Perkasa menjelaskan bahwa Jembatan Sungai Oyo dan beberapa jalan yang rusak parah di Kabupaten Nias Barat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumut dan akan ditangani secara bertahap mulai tahun 2022. "Khusus pembangunan Jembatan Sungai Oyo pada ruas jalan Hilimbuasi-Mandrehe, menjadi prioritas pada tahun 2022. Tim Provsu meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk memfasilitasi pembebasan lahan agar kedepan tidak menjadi kendala pada saat pembangunan jembatan Sungai Oyo," terang Fuad. Menanggapi hal tersebut, Wabup Nias Barat mengatakan masalah pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Nias Barat.(BS09)