Beritasumut.com-Tim Pengabdian Masyarkat LPPM Universitas Negeri Medan (Unimed) memberikan pendampingan untuk melestarikan cerita rakyat di Desa Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengangkat tajuk 'Pendampingan Transformasi Cerita Rakyat dalam Bentuk Teatrikal', dengan kegiatan ini anak-anak desa Kampung Kolam diajak untuk mendalami sejarah dan teater cerita rakyat dalam kelas yang diinisiasi dalam 3 pertemuan.Program pengabdian ini diketuai oleh dosen program studi Sastra Indonesia M Anggie J Daulay SS MHum dan menggandeng dosen dari prodi Pendidikan Sejarah yakni Abdul Haris Nasution SPd MPd, dosen prodi Seni Pertunjukan yakni Ilham Rifandi SSn MSn serta Praktisi Medan teater Ahmad Munawar Lubis SPd dan founder padepokan Iqro Ismail Pong SHut MA.
Baca Juga : Gubernur Sumut Ajak Milenial Promosikan Wisata Sumut
“Adik-adik jangan malu dan jangan sungkan. Ini kita sudah lama tidak sekolah. Sudah lama daring. Insyallah nanti kita lakukan 3 kali pertemuan. Hari ini penguatan materi, nanti kita ekranisasikan dan kita ubah jadi naskah teater, lalu kita pentaskan. Kita coba olah batin, olah rasa, dan olah sukma," ujar Ketua Program M Anggie.Dalam pendampingan itu, ketiga narasumber masing-masing menjelaskan teori, baik transformasi cerita rakyat, sejarah, maupun konsep teater. Salah satu cerita rakyat yang diangkat dan dibahas yakni cerita 'Sukmo Ilang'. [br] "Kita jelaskan cerita Sukmo Ilang sekaligus memberikan konsep teater yang akan mereka bentuk.Cerita rakyat merupakan satu di antara cerita yang lahir di tengah masyarakat. Yang juga merupakan sarana hiburan, pendidikan, dan pengukuhan nilai sosial budaya. Melalui program ini, kami berupaya melestarikan budaya khususnya cerita rakyat di desa Kolam, sembari memperkenalkan kepada anak-anak bagaimana teater itu," sambung Anggie.Founder Padepokan Iqro, Ismail Pong mengucapkan terimakasih kepada tim LPPM Unimed karena telah bersedia membuat program di Desa Kolam, khususnya Padepokan Iqro.
“Terimakasih kepada tim LPPM yang telah mengangkat hal tidak biasa, yakni menampilkan cerita rakyat. Khususnya melalui transformasi teatrikal. Biasanya cerita rakyat hanya dari bibir saja, namun sekarang kita bakal dirikan kelasnya. Saya punya ekspektasi khusus dengan program ini, pertunjukan teater di Desa Kolam. Semoga sukses dan semoga nantinya program ini berjalan baik," pungkasnya.(BS09)