Beritasumut.com - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mengancam warga Komplek Grand Monaco Jalan Eka Surya, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya, fasilitas kolam renang yang terbengkalai disinyalir menjadi tempat bersarangnya nyamuk jenis Aedes Aegypti.
Terkait kondisi ini, Irvan warga Grand Monaco meminta agar pemerintah setempat tidak tutup mata dengan kondisi ini. Kondisi air kolam renang yang dibiarkan tergenang dan tak terawat sangat berpotensi menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini pun sudah lama meresahkan warga lainnya. Apalagi sempat terjadi beberapa kasus ada warga sekitar yang menderita demam berdarah.
"Sebenarnya sudah sejak lama warga resah dengan kondisi ini. Ada fasilitas kolam renang tapi tidak dibuka. Airnya dibiarkan saja tergenang seperti itu. Ini kan bahaya, jangan sampai sudah banyak jatuh korban baru pemerintah ini sibuk," tegas Irvan kepada Berita sumut.com, Selasa (30/06/2021).
Baca Juga : Sambut Ramadhan Masjid Al Akbar Grand Monaco Bagikan Paket Sembako
Terkait fasilitas kolam renang komplek yang tak kunjung dibuka, lanjut Irvan, saat ini menjadi kewenangan Pemkab Deli Serdang. Artinya Camat sebagai perpanjangan tangan Pemkab juga tak bisa tutup mata dan melakukan pembiaran.
[br] "Saya mendengar dari Forum warga Komplek Grand Monaco kalau Pemkab telah menyerahkan tanggung jawab ke Camat, agar kolam ini dibuka. Pertanyaannya kenapa tak juga dibuka? Warga beli rumah ini karena fasilitas. Bukannya bisa menikmati fasilitas, malah menjadi ancaman bagi kami karena dibiarkan terbengkalai," sesal Irvan.
Dalam kesempatan itu, Irvan juga menyayangkan adanya upaya oknum-oknum tertentu yang keberatan dengan beroperasinya kolam renang. Bahkan ironisnya lagi sempat beredar kabar kalau beroperasinya kolam renang dapat mengakibatkan gangguan kamtibmas.
"Kalau yang saya dengar seperti itu. Ini kan aneh kalau sampai ada warga yang protes kolam renang dibuka. Apa ini tidak dzolim namanya. Fasilitas itu ada kan untuk warga. Jadi kenapa tidak senang dibuka? Takutnya gara-gara tak dibuka kolam ini malah memunculkan gangguan kamtibmas. Bukan sebaliknya," Bebernya lagi.
Baca Juga : Tahun Ini, Jemaah Masjid Al Akbar Grand Monaco Kurban 7 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing
Terkait hal ini Camat Delitua Wakil Karo-karo diminta lebih bijak dan sigap menyikapi kondisi yang ada. Tidak hanya soal pemanfaatan fasilitas komplek semata tapi juga persoalan negatif yang timbul akibat pembiaran kolam yang dapat menimbulkan penyakit. "Saat ini pemerintah kita sedang konsentrasi dengan COVID-19. Jangan pula nanti muncul persoalan baru seperti DBD di komplek kami ini," pungkasnya. (BS03)