beritasumut.com - Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) Tingkat Provinsi Sumatera Utara Rabu (02/06/2021) resmi berakhir. Hasilnya 16 dari 20 cabang yang diperlombakan dimenangkan oleh wajah-wajah baru. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun dinilai sukses menggali potensi anak-anak Sumut yang selama ini kurang terpantau.Para pemenang akan mewakili Provinsi Sumut mengikuti ajang MTQ tingkat Nasional di Ternate, Maluku Utara yang direncanakan digelar pada Oktober 2021. Di Antara para pemenang, ada seorang putra Kabupaten Langkat yang menjadi Juara 1 Hafidz Qur'an 30 Juz. Dia bernama Zakhan Fauzan yang masih berusia 12 tahun.[br] Ketua LPTQ Sumut Asren Nasution mengatakan lahirnya pemenang-pemenang yang merupakan wajah baru sesuai dengan arahan Gubernur Edy. Gubernur meminta agar semaksimal mungkin menggali potensi dan bakat anak-anak Sumut yang selama ini belum muncul. Kesuksesan ini pun lanjut Asren tak lepas dari dukungan banyak pihak."Sebagaimana arahan Pak Gubernur, kita terus berkoordinasi dengan LPTQ dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mencari bakat-bakat dan hasilnya, banyak wajah baru yang selama ini belum terlihat. Bahkan mengalahkan beberapa juara pada STQH tahun lalu," kata Asren di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.Sementara itu Gubernur Edy Rahmayadi saat penutupan STQH mengaku bangga karena bermunculannya wajah-wajah baru yang meraih juara."Saya mendapat informasi bahwa banyak nama-nama baru yang keluar sebagai pemenang (Juara 1). Karena itu kepada Ketua Umum LPTQ Sumut, saya minta mempersiapkan para peserta untuk mengikuti STQH tingkat nasional di Ternate (Maluku Utara) tahun ini," ujar Gubernur Edy.Terkait persiapan menghadapi STQH Nasional di Ternate, Gubernur menyampaikan beberapa pesan kepada Ketua LPTQ Sumut. Pertama, selain talenta atau bakat, juga perlu diperlukan kesiapan secara psikologis untuk bisa menguasai panggung."Talenta itu pemberian Allah SWT. Tetapi ini lebih kepada mental peserta. Untuk itu ke depan, saya minta dipersiapkan orang-orang pelatih psikologi. Karena hebat pun dia, kalau mentalnya kalah, kemampuannya bisa tidak keluar semua," jelas Edy Rahmayadi.Persiapan kedua, lanjut Edy, adalah kekuatan yang berkaitan dengan suara. Karena penilaian juri yang utama adalah bacaan melalui suara peserta. Sehingga nada yang panjang dan indah biasanya mempengaruhi penilaian, terutama cabang tilawah."Yang terakhir adalah daya tahan tubuh. Seperti pada ajang STQH di Ternate nanti, jarak tempuhnya cukup jauh, bisa perjalanan 5 jam sampai ke sana menggunakan pesawat. Belum lagi cuaca (iklim) yang berbeda dari tempat kita. Jangan lupa berolahraga, karena itu penting," pesan Gubernur. (BS03)