Gubernur Sumut Apresiasi Program Restorasi Gambut dan Mangrove dari Pemerintah Pusat

- Kamis, 22 April 2021 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042021/_5998_Gubernur-Sumut-Apresiasi-Program-Restorasi-Gambut-dan-Mangrove-dari-Pemerintah-Pusat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi program Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove (Bakau) oleh Pemerintah Pusat melalui badan yang ditunjuk khusus untuk tugas itu. Karenanya, semua pihak diharapkan mendukung rencana penyelamatan alam dari kerusakan untuk generasi mendatang.Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat menerima kunjungan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono Prawiraatmadja dan jajaran, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Nomor.41, Medan, Kamis (22/4/2021). Turut mendampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut Tengku Amri Fadli.

Baca Juga : Terdeteksi 25 Hot Spot di Sumut, Wakil Gubernur Sumut Minta Semua Pihak Waspada Karhutla

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada BRGM yang akan menjalakan tugas sebagai pelestari lingkungan di lahan gambut dan hutan mengrove. Apalagi, menurut catatan BRGM, ada 51 ribu hektare lebih hutan bakau di Sumut yang kondisinya kritis.Karena itu, katanya, sangat tepat pemerintah mengambil langkah upaya rehabilitasi mangrove nasional 2020 dan 2021-2024. Untuk itu, sasaran lokasi kegiatan perbaikan ini di tahun anggaran 2021, Sumut terluas dengan jumlah 152 desa di 52 kecamatan dan 16 kabupaten. Totalnya pun mencapai 21.370 hektare lahan, dengan anggaran Rp320 Miliar.“Melestarikan alam kan ibadah, jadi kalau itu program pelestarian, maka pastinya itu baik. Kita kembalikan alam kita ini menjadi baik. Nanti alam pun akan menjaga kita,” ujar Edy Rahmayadi.[br] Hutan mangrove di Sumut, kata Edy, sangat luas. Namun tidak luput dari kerusakan, terutama akibat ulah manusia sendiri. Karena itu perlu ada komitmen bersama seluruh pihak terkait tanpa terkecuali, sebagai upaya jangka panjang menyelamatkan alam dari kerusakan.“Ya kita dukung penuh program ini, apa yang bisa kami bantu. Semoga program upaya pelestarian lingkungan juga membawa kesejahteraan bagi rakyat,” jelasnya.Sebelumnya, Kepala BRGM Hartono memaparkan, bahwa BRGM dibentuk atas dasar Perpres 120/2020. Sebelumnya badan ini bernama Badan Restorasi Gambut (BRG), yang kemudian tugasnya bertambah, dengan kedudukan sebagai lembaga non struktural.“Tugas BRGM adalah memfasilitasi percepatan pelaksanaan restorasi gambut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada areal di tujuh provinsi. Fungsinya sendiri, terdiri atas restorasi, perencanaan, pengendalian dan evaluasi, termasuk pemeliharaan infrastruktur hingga rehabilitasi mangrove di dalam dan luar kawasan hutan,” ungkap Hartono.Adapun wilayah kerja BRGM di Indonesia yaitu Sumut, Kepri, Riau, Babel, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kaltara, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Papua Barat hingga Papua, dengan target restorasi gambut 1,2 juta hetkare lebih. Sedangkan rahabilitasi mangrove, ditarget sebanyak 600 ribu hektare.Pihaknya juga berharap agar pemanfaatan lahan gambut secara bijak dan berkelanjutan dijalankan. Yakni menetapkan dan memfungsikan ekosistem gabut, menerapkan prinsip berbagi air dan menghindari penggunaan api sebagai metoda pembersihan lahan. Karena itu perlu pendekatan dalam menjalankan misi restorasi gambut ini.“Pendekatan restorasi gambut ada melalui pembahasan, revegetasi (penanaman kembali) dan revitalisasi mata penceharian masyarakat,” katanya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pertamina EP Pangkalan Susu Dorong Konservasi Mangrove Lewat Pelatihan Silvofishery

Peristiwa

Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional

Peristiwa

Tinjau Jembatan Ambruk di Nias Barat, Gubernur Sumut Pastikan Dibangun Tahun Ini

Peristiwa

Kunjungan Pertama Sebagai Gubernur, Bobby Nasution Serap Aspirasi Warga Samosir

Peristiwa

Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur

Peristiwa

Hari Pertama Ngantor, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Tugas Pemerintah Melayani Masyarakat