Beritasumut.com - Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Simpang Limun, tepatnya di sepanjang Jalan Nawi Harahap/Seksama melanggar peraturan daerah (Perda) Kota Medan dan mendapat protes dari warga sekitarnya.
Pasalnya, jalan yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor dan mobil malah dijadikan lapak berjualan dan dikuasi penuh oleh PKL. Sehingga menyempit arus lalu lintas di jalan penghubung tersebut menuju ke Jalan Sisingamangaraja dan sebaliknya.
Pantauan di lokasi, tampak sejumlah pedagang berjualan di pinggir jalan tersebut. Sementara los untuk pedagang Pasar Simpang Limun Medan yang sudah disediakan, malah lebih banyak yang kosong. PKL memilih berjualan di pinggir jalan meski rawan lakalantas.
Baca Juga : Relokasi Pasar Pancur Batu Terbengkalai dan Pembayaran Terhambat, Pemilik Lahan Gugat Disperindag Deli Serdang
Sedangkan untuk calon pembeli di tempatkan di atas trotoar. Alhasil pejalan kaki dan pengendara sepeda motor harus mengalah dan melintas ke tempat lainnya dan kerap terjadi kemacetan panjang.
[br] Salah seorang warga sekitar di Jalan Seksama, Risman Firman (35) kepada wartawan, Senin (12/04/2021) mengaku, hampir setiap hari khususnya pagi, siang dan sore di mana pedagang menggelar lapak atau gerobak dagangannya di atas trotoar. Bahkan pejalan kaki seperti dirinya terpaksa harus mengalah yang ingin menuju keJalan Sisingamangaraja Medan ke tempat lain.
"Setiap hari pemandangan kemacetan yang terjadi. Hal ini menunjukan dinas terkait belum adanya untuk menertibkan PKL yang menggunakan trotoar. Padahal di Jalan Sisingamangaraja Medan adanya petugas Satpol PP Kota Medan, namun tidak masuk lebih dalam ke Jalan Seksama Medan," ucapnya yang ikut protes di Jalan Seksama Medan.
Karena itu, sambungnya, harus ada solusi yang terbaik dalam penataan pedagang yang ada tersebut sehingga semua masyarakat mendapatkan berkah. "Medan harus berkah untuk semuanya," jelasnya.
Baca Juga : Revitalisasi Pasar Timah Medan, Polisi Berharap Relokasi Pedagang Berjalan Lancar
Sementara itu, warga Jalan Seksama lainnya bernama Robert Simatupang mengaku mendukung sepenuhnya atas kerja Walikota Medan Bobby Afif Nasution untuk melakukan tugasnya agar mengembalikan hak pengguna jalan di Jalan Muhammad Nawi Harahap/Seksama Simpang Limun Medan.
[br] "Kita memprotes PKL itu bersama organisasi masyarakat seperti Ikatan Pemuda Karya (IPK), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Pemuda Batak Bersatu (PBB) dan Remaja Mesjid (RM) Jalan Seksama Medan," tandasnya.
Dia juga menginginkan, pedagang yang ada harus pindah ke tempat yang telah disediakan. "Jangan lagi menggunakan badan jalan harus berjualan di tempat yang telah disediakan. Rezeki itu sudah diatur. Harus sama-sama mendukung program kerja Walikota Medan, agar Medan ini berkah milik semua masyarakat Kota Medan," tandasnya. (BS04)