Hadiri Konfercab PA GMNI, Wakil Walikota Gunungsitoli: Marhaenisme Penjaga NKRI

- Minggu, 04 April 2021 10:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042021/_6852_Hadiri-Konfercab-PA-GMNI--Wakil-Walikota-Gunungsitoli--Marhaenisme-Penjaga-NKRI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli SE MSi hadiri Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3 Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Nias (PA GMNI) yang diselenggarakan di Hotel Dian Otomosi, Jl. Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli.Dalam sambutannya mewakili Kepala Daerah, Sowa’a Laoli mengatakan bahwa Ideologi Marhaenisme merupakan paham penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila dan Undang-undang Dasar Tahun 1945. Oleh karena itu setiap kader dan alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) harus mampu mengimplementasikannya dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Baca Juga : Pemko Medan Apresiasi Dialog Kebangsaan yang Digelar GMNI

“Saya sering membaca buku-buku Bung Karno (Ir. Soekarno Presiden Pertama Republik Indonesia) dan saya pikir Marhaenisme inilah yang mampu menjaga NKRI ini,” ungkap Sowa’a dilansir dari laman gunungsitolikota.go.id, Minggu (04/04/2021).Sowa'a meyakini bahwa jika alumni GMNI yang berada di berbagai lini saat ini telah mengimplementasikan marhaenisme. Untuk itu, hal ini terus diperjuangkan agar cita-cita Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat Dalam Politik, Berdikari di Bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam Kebudayaan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias.Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal PA GMNI Ugik Kurniadi saat membuka acara dimaksud secara meeting zoom. “Bahwa untuk menjawab tantangan zaman saat ini agar Pancasila, UUD 1945 dan NKRI tetap utuh maka Ideologi Marhaenisme-lah jawabannya,” ujarnya.[br] Lanjut Ugik, Pulau Nias merupakan pulau terluar Indonesia di bagian barat yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Oleh karena itu kader harus mampu bersinergi kepada stakeholder seperti TNI dan Polri untuk membentengi aliran yang hendak memecah-belah NKRI ini.Ugik menjelaskan sebagai upaya yang telah dilakukan oleh Persatuan Alumni GMNI adalah dengan tetap melaksanakan regenerasi dan pengkaderan. “Di seluruh Provinsi sudah terbentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan untuk tingkat Kabupaten/Kota sudah ada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebanyak 217 cabang," sebutnya.Ugik berharap kepada pengurus yang terpilih dalam Konfercab tersebut harus mampu bersinergi kepada seluruh Kepala Daerah dan Forkompida sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud.Sementara itu, Ketua Cabang PA GMNI Nias demisioner Meiman Kristian Harefa mengatakan bahwa proses pelaksanaan pemilihan pimpinan dilaksanakan secara demokrasi terpimpin. “Ideologi Marhaenisme itu yang utamanya dalam berkegiatan adalah musyawarah untuk mufakat. Artinya, sebelum pelaksanaan kegiatan sudah ada diskusi di jajaran semua kader siapa yang menjadi pengendali organisasi,” katanya.Terpilih sebagai Ketua PA GMNI Cabang Nias periode 2021-2026 pada Konfercab tersebut adalah Emmanuel Ziliwu SE yang juga merupakan Pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025

Peristiwa

Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang

Peristiwa

Indonesia untuk Pertama Kali ke Piala Dunia U-17 Via Kualifikasi

Peristiwa

Hasil Indonesia Vs Yaman: Garuda Muda Menang 4-1, ke Piala Dunia U-17

Peristiwa

Walikota Medan Ajak Seluruh Warga Medan Dukung Fajar dan Mesa di 5 Top Indonesian Idol

Peristiwa

Sikat Bahrain, Indonesia Mulai 'Intip' Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026