Beritasumut.com - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan, Dr H Hayatsyah MPd, bersama tokoh lintas agama dan etnis yang ada di Kabupaten Asahan membuat pernyataan sikap terkait dengan aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral di Makassar pada Minggu (28/03/2021) lalu.
Kakan Kemenag Asahan bersama Ketua FKUB mengundang para tokoh agama lintas agama dan pimpinan majelis-majelis agama dan etnis yang ada di Kabupaten Asahan bertempat di Sekretariat Bersama FKUB Kabupaten Asahan, pertengahan pekan ini.
Para tokoh lintas agama dan etnis yang hadir dan menandatangani pernyataan sikap terdiri dari mewakili tokoh agama Islam yaitu MUI Asahan Drs H Mahmuddin Lubis, PC NU Asahan Supian, PD Muhammadiyah Sudirman Latsa, PD Alwasliyah Asahan Asri, tim Imtaq Asahan Ahmad Kosim Marpaung, tokoh agama Kristen Azis Supradimo Tumanger, tokoh agama Katolik Kisaran Drs Djaidin Sirait, tokoh agama Hindu Asahan Aridas, tokoh agama Budha/Tionghoa Josep. Sedangkan unsur terdiri dari, Etnis Melayu Muhammad Fadly dan Etnis India Sugenden.
Baca Juga : Teror Bom, Menteri Agama Temui Uskup Agung di Gereja Katedral Makassar
Kakan Kemenag Asahan, Dr H Hayatsyah MPd, yang menggagas pertemuan tokoh lintas agama ini menyampaikan, bahwa deklarasi ini sebagai bentuk keprihatinan dari tokoh lintas agama akan kejadian atau aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. "Aksi bom bunuh diri ini merupakan perbuatan kekerasan, tidak manusiawi, dan keji. Agama apapun tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berbuat kekerasan dan tidak manusiawi. Setiap agama mengajarkan kedamaian dan kebaikan," ujarnya dilansir dari Sumut.kemenag.go.id, Kamis (01/04/2021).
[br] Dikatakan Hayatsyah bahwa dalam waktu dekat ini kita akan merayakan dan memasuki hari-hari keagamaan, tanggal 2 April umat Kristiani akan melaksanakan ibadah Hari Paskah. Tanggal 13 April umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan 1442H selama 1 bulan penuh akan menunaikan ibadah puasa.
Karenanya Hayatsyah mengajak seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Asahan untuk senantiasa menjaga kerukunan dan keharmonisan, saling menghormati, dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi umat agama lainnya dalam beribadah. "Kami mengimbau kepada semua umat beragama tetap tenang, tidak terprovokasi demi menjaga kondusifitas, dan terus kita kokohkan persatuan dan kesatuan diantara kita, sebagai sesama anak bangsa," imbaunya.
Hayatsyah juga menyampaikan, isi pernyataan sikap yang digagas Kemenag dan FKUB Asahan itu yang berbunyi, pertama, mengecam keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang tidak ada kaitannya dengan pemahaman dan doktrin agama tertentu.
Baca Juga : Antisipasi Terorisme, Kapolda Sumut Perintahkan Perketat Pengamanan
Kedua, mendesak dan mendukung Polri untuk mengusut tuntas pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar. Ketiga, menghimbau tokoh agama dan etnis untuk lebih meningkatkan dan menjaga kerukunan umat beragama menuju Asahan yang religius, sejahtera dan berkarakter.
Keempat, mendukung program pemerintah melaksanakan Vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Indonesia terutama di Kabupaten Asahan. Kelima, menghimbau kepada semua tokoh agama dan etnis agar senantiasa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Asahan dan bangsa Indonesia aman, damai dan sejahtera serta Virus Covid-19 segera berakhir. (BS09)