Beritasumut.com - Penyuluh agama di banyak daerah ikut melakukan pendampingan dalam proses pemulasaraan jenazah Covid-19. Pendampingan dilakukan untuk memastikan pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai ketentuan agama.
Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) NTB, Rahmi, misalnya, bersama empat Penyuluh Agama honorer Kota Mataram, mengaku telah menyiapkan diri untuk mengurus jenazah pasien yang terpapar covid-19, terutama Orang Dalam Pengawasan (ODP).
"Kita sejak awal memang sudah menerbitkan edaran terkait pendampingan penyuluh agama dalam pemulasaraan jenazah Covid-19," terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Agus Salim, dilansir dari Kemenag.go.id, Selasa (30/03/2021).
Baca Juga : Tak Terima Jenazah Istrinya Dimandikan 4 Pria, Suami Lapor ke Polres Pematangsiantar, 4 Petugas RSUD Djasamen Saragih Jadi Tersangka
"Kita juga sudah berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk bersurat ke Kemenkes. Ke depan pendampingan dari penyuluh agama akan terus diintensifkan," sambungnya.
Menurut Agus, dalam Islam, pemulasaraan merupakan kewajiban kifayah terhadap jenazah muslim. Kewajiban itu berupa memandikan, mengkafankan, menyalatkan, dan memakamkan. "Pendampingan penyuluh agama penting untuk memastikan seluruh tahapan pemulasaraan dilakukan sesuai ketentuan," tandasnya. (BS04)