Beritasumut.com-Wakil Walikota Medan H Aulia Rachman SE menginginkan agar seluruh masyarakat di Kota Medan dapat tercover oleh BPJS Kesehatan sehingga menjamin masyarakat Kota Medan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sama.Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Medan ketika mewakili Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM dalam Pertemuan Forum Komunikasi dengan Pemangku kepentingan BPJS Kesehatan di Kantor Walikota Medan, Rabu (24/03/2021).
Baca Juga : Pemko Medan Gelar Diskusi Bersama RSUD Dr Pirngadi, Kaji Soal Pasien PBI dan Unregister BPJS
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM, pimpinan OPD terkait dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Medan dr Sari Quratul Ainy MM AAK, Walikota Medan dan Wakil Walikota Medan ingin agar seluruh masyarakat Kota Medan terproteksi kesehatannya karenanya Wakil Walikota Medan telah menginstruksikan jajarannya untuk mendata seluruh peserta BPJS Kesehatan yang ada di setiap Kecamatan untuk di sesuaikan datanya dengan yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan Kota Medan."Kita ingin agar warga Kota Medan terproteksi kesehatannya, kita sudah minta data dari BPJS dan data yang kita miliki untuk kita sesuaikan agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki BPJS," ujar Wakil Walikota Medan.Setelah semuanya terdata, Wakil Walikota Medan selanjutnya akan mengclaster mana masyarakat pemilik BPJS Mandiri yang masih sanggup membayar dan mana masyarakat pemilik BPJS Mandiri yang tidak sanggup lagi membayar.
[br] "Jadi akan kita claster mana masyarakat pemilik BPJS mandiri yang masih mampu bayar dapat dilanjutkan, namun yang tidak sanggup bayar akan kita usulkan masuk ke UHC, apalagi ditengah pandemi covid-19 saat ini semuanya serba susah, banyak masyarakat yang malah terhutang BPJS," ungkap Wakil Walikota.Universal Health Coverage (UHC) sendiri merupakan program penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya terjangkau.Melalui pertemuan ini Wakil Walikota Medan berharap dapat lebih mempertajam kerjasama antara Pemko Medan dengan BPJS Kesehatan Kota Medan sehingga seluruh masyarakat dapat tercover dengan baik khususnya masyarakat yang ada di kelas 3.Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Medan, dr Sari Quratul Ainy yang hadir didampingi para Kabid dalam paparannya mengatakan peserta JKN-KIS Kota Medan saat ini berjumlah 2.016.735 (79,89%). Dari jumlah tersebut, untuk segmen pekerja bukan penerimah upah (PBPU) masih banyak mengalami tunggakan diantaranya untuk kelas 3 sebanyak 201.002 jiwa, untuk kelas 2 sebanyak 50.507 jiwa, sedangkan untuk kelas 1 sebanyak 49.856 jiwa.(BS09)