Beritasumut.com - Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli SE MSi, meninjau lokasi desa yang terkena bencana angin puting beliung, pertengahan pekan ini. Saat meninjau lokasi tersebut, hadir Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Gunungsitoli, beserta beberapa Kepala Perangkat Daerah di Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Camat Gunungsitoli, Mario Otomosi Zebua SH MSi, mengatakan bencana alam angin puting beliung tersebut terjadi pada Rabu (10/03/2021) di tengah malam, sekira pukul 00.15 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit.
"Angin melanda 3 Desa yaitu Desa Moawo, Desa Sifalaete Ulu dan Desa Saewe. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut namun dipastikan sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan, terutama di bagian atap. Sehingga kerugian materi diperkirakan dapat mencapai ratusan juta rupiah," ujar Mario dilansir dari Gunungsitolikota.go.id, Minggu (14/03/2021).
Baca Juga : Wujudkan Identitas Kristen, Ir Lakhomizaro Zebua Resmikan Tugu Salib Jadi Ikon Baru di Gunungsitoli
Mario menjelaskan, saat ini warga yang terdampak angin puting beliung berdasarkan pendataaan sementara oleh pemerintah Desa, Kecamatan dan BPBD Kota Gunungsitoli meliputi 3 Desa dengan tingkat kerusakan ringan, sedang dan rusak berat.
[br] "Sebanyak 41 unit yang diantaranya terdiri dari 37 unit rumah warga dan 4 unit fasilitas lainnya (1 unit kantor KSP3, 1 unit Gedung Gereja BNKP Moawo, 1 unit Gedung SM BNKP Moawo dan 1 unit Gudang PT. Naga Saewe)," papar Camat Gunungsitoli.
Sementara itu, Wakil Walikota Gunungsitoli dalam kunjungannya di lokasi menegaskan bahwa dalam kejadian ini tidak ada penetapan status darurat bencana dan memberikan arahan kepada Perangkat Daerah terkait.
"Kepada BPBD, PUPR, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup untuk membantu warga melakukan pembersihan wilayah terdampak. Saya juga menginstruksikan untuk mendirikan Posko sementara yang dikoordinir oleh Camat dan Kepala Desa setempat," pungkasnya. (BS09)