Beritasumut.com-Perkumpulan Pengusaha Hotel Republik Indonesia (PPHRI) Sumut resmi dikukuhkan hari ini, Kamis (25/02/2021) oleh pembina PPHRI Nasrun Husin Lubis di Le Polonia Hotel, Jalan Sudirman Kota Medan.
Usai mendeklarasikan kelahirannya pada Sabtu (23/01/2021) di Hotel Grand Antares Medan, 21 orang deklarator ini berhasil membawa nama PPHRI Sumut diakui secara nasional. Para pengurus dilantik oleh Nasrun Husni Lubis selaku Dewan Pembina (mantan Sekdakab Serdang Bedagai) dan diharapkan dapat menggairahkan kembali dunia perhotelan.
Pengurus yang dilantik diantaranya Ketua Umum DPP PPHRI dijabat oleh Rizky, Jafar Gultom menjabat sebagai Wasekjen, Corry Aruan sebagai Bendahara, Kabid Oganisasi Rizal Khalid, Kabid Keanggotaan Jhon R Party, Wakil Kelembagaan dan perizinan Lindung Pandiangan, Kabid Perizinan dan Perpajakan Beni Pandiangan, Wakil Pembinaan Usaha Hotel Charles Simanulang, Kabid Hotel berbintang, Dodi.
Ketum terpilih, Rizky didampingi oleh Wasekjen Jafar Gultom dan Bendaharanya Corry Aruan menjelaskan, visi dan misinya setelah dilantik. “Pertama-tama yang akan kita lakukan adalah menghidupkan kembali sektor pariwisata. Dengan hidupnya kembali sektor ini, hotel-hotel akan kembali mendapatkan tamu dan restoran kembali didatangi pelanggan. Sekarang ini kita masih fokus pada wisatawan domestik karena itu potensi besar saat ini karena adanya lockdown yang diterapkan oleh berbagai negara di masa Pendemi Covid 19," ujarnya.
Rizky berharap, PPHRI bisa bekerja sama dengan pemerintah agar pariwisata di Indonesia kembali bergairah. "Untuk masalah ketenagakerjaan pariwisata yang banyak di PHK maupun dirumahkan di masa pandemi ini, kita usahakan agar dapat kembali bekerja dengan cara memulihkan pariwisata itu sendiri. Langkah dan program kerja akan kita susun,†jelasnya.
Senada itu, Direktur Tourism Malaysia di Medan, Hishamuddin Mustafa menyampaikan terima kasihnya atas undangan pelantikan DPP PPHRI. Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu negera yang mengawal ketat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. "Perkumpulan hari ini kalau dilihat sangat bagus untuk untuk memastikan industri pariwisata Indonesia, khususnya Kota Medan dan provinsi Sumatera Utara untuk terus bangkit," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Malaysia adalah negara penyuplai pelancong terbesar ke Indonesia. "Kehadiran kita hari ini untuk menghadiri pelantikan PPHRI. Langkah ini sangat baik, sebab Indonesia telah menerima vaksin, sedangkan Malaysia baru kemarin. Mudah-mudahan nantinya ada kesepakatan antara Presiden RI dengan Perdana Menteri Malaysia untuk membuka kembali perbatasan antar negara,“ pungkas Hishamuddin.
Ketika ditanyakan apa langkahnya bersama pengurus lainnya setelah dilantik, Wasekjen PPHRI Jafar Gultom menjelaskan, bahwa program kerja dibagi dalam 2 tahap, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Saat ini Indonesia, sambungnya lagi, untuk wisatawan luar negeri kan belum bisa masuk ke Indonesia, jadi nanti PPHRI akan menunggu kebijakan pemerintah dan program dari Dinas Pariwisata.
“Mungkin dengan adanya vaksinasi ini kita berharap Pendemi ini segera berakhir agar kita bisa segera mungkin bisa bekerjasama dengan negara Jiran yang tentunya dapat mendatangkan wisatawan ke Indonesia, khususnya Sumatera Utara,†harap Jafar Gultom.
Hadir para pengurus PPHRI Sumut diantaranya Rizky, Wesley Indra Marpaung, Corry Aruan, Jafar Gultom, Debi Masri, Charles Simanulang, Riswan Surbakti, Ferdinand Lumban Tobing, Afwandy, Yonge Sihombing, Ahmad Syafi’i, Jittar Tigor Manurung, Lindung Pandiangan, Paraduan Pakpahan, Nasrun Lubis, Restu Utama Pencawan, Alboinsah Gultom, Olap Lindei Damanik dan Imelda Napitupulu serta Angsar Manurung. (BS04)