Beritasumut.com-Kota Medan yang dikenal multietnis, dihuni masyarakat yang beragam suku, ras, budaya dan agama. Masyarakat hidup berdampingan dengan baik tanpa ada gesekan sosial yang mempengaruhi keharmonisan di kota Medan.
Demikian disampaikan Ketua FKUB Kota Medan Ilyas Halim, dilansir dari Sumut.kemenag.go.id, Kamis (24/12/2020). "Kami FKUB Kota Medan, awal tahun depan, akan membuat Kelurahan percontohan kerukunan. Karena memang Kota Medan ini, masyarakatnya beragam tapi senantiasa hidup rukun," katanya.
Ilyas Halim menyebut, daerah yang akan dijadikan percontohan kelurahan kerukunan ini terletak di Kecamatan selayang, Medan Selayang. "Di sana rumah ibadah berdiri berdampingan, masyarakatnya beragam, hidup saling tolong menolong, tanpa membedakan agama dan dari suku mana," jelasnya.
Selain percontohan kerukunan, sambungnya, di tempat ini juga akan dibangun 'Monumen Selfie kerukunan', sebagai tempat bermain anak-anak, kaum millenial bahkan masyarakst secara luas untuk berselfie ria, dalam rangka memasarkan Kota Medan yang rukun dan damai.
Disampaikan Ilyas Halim, banyak program-program yang dilakukan FKUB Kota Medan dalam rangka mempererat dan merawat kerukunan di masyarakat seperti gotong royong membersihkan rumah ibadah, kuburan, bahkan membersihkan sanitasi di lingkungan kumuh. "Semua kita lakukan bersama dan berbaur dengan seluruh masyarakat," tambahnya.
Terpisah, Kankemenag Kota Medan Impun Siregar, menyampaikan bahwa FKUB Kota Medan yang dipimpin oleh Ilyas Halim memang konsisten dalam membina umat agar senantiasa hidup rukun dan damai. "Kami bangga memiliki FKUB Kota Medan. Kepengurusan FKUB Kota Medan juga sudah menunjukkan keragamannya, dimana enam agama ada dalam struktur, dan selalu bekerjasama membina umat, berbaur dengan masyarakat," ujarnya.
Impun Siregar berharap, dengan kondisi kerukunan yang ada di Kota Medan, kiranya dapat meraih predikat 'harmony award' dari Kementerian Agama. Karena, lanjut Impun Siregar, Kota Medan, dengan keberagaman agama, suku, adat, budaya dan bahkan rumah ibadah dibangun berdampingan, tidak pernah terjadi gesekan sosial, semua hidup rukun dan damai. "Semoga 'harmony award' tahun ini dapat diraih Kota Medan," tutupnya. (BS09)