Beritasumut.com-Kantor Cabang Imgrasi untuk Unit Pelayanan Paspor (ULP) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan difungsikan pada Januari mendatang atau di awal tahun 2021.
Hal itu disampaikan Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan Nasution saat meninjau persiapan Kantor Imgrasi di Desa Mompang Julu tepatnya di samping Kantor Kecamatan Panyabungan Utara."Sebagaimana yang kita mohonkan beberapa bulan yang lalu bahwa Madina perlu kantor cabang imigrasi agar pengurusan paspor bisa di Madina. Alhamdulillah telah disetujui Kementerian Hukum dan HAM,†ungkap Dahlan dilansir dari laman madina.go.id, Minggu (20/12/2020).
Mendukung itu, kata Dahlan, Pemerintah Madina telah menganggarkan untuk pengadaan peralatan pendukung kantor tersebut. "Peralatan yang dibutuhkan sudah ditampung di APBD Madina dan sudah dilakukan pengadaannya, demi untuk mendukung difungsikannya Kantor Cabang Imigrasi," jelas Dahlan.
“Saya kemarin memastikan rehab kantor yang dibutuhkan sesuai dengan keperluan keimgrasian alhamdullilah sedang dikerjakan, persiapan kantornya alhamdulillah 80 persen sudah siap,†tegas Dahlan seraya berharap rehap kantor rampung secepatnya agar bisa difungsikan awal tahun 2021."
“Kita harapkan dalam dua minggu ini rehap kantor ini selesai di kerjakan, sehingga Januari 2021 kantor imgrasi ini sudah bisa difungsikan, sehingga masyarakat bisa mengurus paspor bisa di sini,†kata Dahlan lagi.
Pada kesempatan itu, Dahlan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Hukum dan HAM RI yang telah menyetujui kantor Cabang Imgrasi di Madina.“Atas nama masyarakat Mandailing Natal Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Yasonna Laoly Menteri Hukum dan HAM yang telah memberikan keinginan membuka UPT imigrasi di Mandailing Natal, tentunya pada saatnya kan berharap menjadi Kantor Imigrasi sebagaimana di tempat lain,†ucapnya.
Dengan adanya kantor Upt Imgrasi di Madina, Dahlan mengatakan sangat membantu masyarakat Madina yang ingin berangkat umroh dan keluar negeri. “Keberadaan kantor imgrasi sangat membawa kemudahan kepada seluruh masyarakat Mandailing Natal, baik yang mau umroh dan yang mau Haji dan juga yang akan bepergian ke luar negeri tidak lagi ke Sibolga. hal ini tidak hanya membantu Mandailing Natal tetapi juga membantu Setabagsel,†pungkas Dahlan.(BS09)