Beritasumut.com-Dosen Jurusan Fisika Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan pendampingan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dipimpin Ketua Jurusan Fisika Unimed Dr Wawan Bunawan MPd MSi, mereka memberikan pengetahuan yang dimiliki di bidang fisika kepada Petani cabai yang ada di Kabupaten Batu Bara.
"Pengabdian yang kami lakukan merupakan panggilan jiwa, melihat permasalahan yang alami oleh petani cabai yang ada di batu bara. Di mana masyarakat resah bila panen raya harga cabai merah cukup rendah dan biasanya dihargai Rp 10 ribu, padahal untuk modal saja belum memadai, belum ditambah biaya operasional, bibit dan pupuk tidak tercover dengan harga tersebut," ungkap Wawan.
Didampingi Sekertaris Jurusan Fisika Sabani MSi dan Ketua Prodi Kimia Dr Destria Roza MSi, Wawan mengatakan beranjak dari permasalahan tersebut kampus terpanggil untuk memberikan solusi membuat olahan cabai agar petani cabai tidak mengalami kerugian.Metode yang dilakukan adalah membuat cabai olahan dengan cara dikeringkan dengan menggunakan teknologi Pengering Rotary.
"Dengan dibuat olahan cabai kering petani tidak mengalami kerugian bahkan diuntungkan, biasanya bila dikeringkan dengan teknologi oven rotary harganya bisa mencapai 50-80 ribu/kg dengan penyusutan 40-60 % dan operasional proses pengeringan sekitar 10 %. Sehingga dengan teknologi ini, petani tetap bisa meraup keuntungan sampai 50 % dari modal dan cabai bisa disimpan sampai satuy tahun dan dapat dibuat untuk berbagai olahan," jelas Doktor Bidang Pendidikan Sains tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Batu Bara, Juliadi mengungkapkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan oleh Dosen Unimed sungguh sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Juliadi mengatakan, sebagian besar masyarakat di desa tersebut adalah petani cabai, yang banyak menggantungkan pendapatannya dari harga cabai."Bila harga cabai tidak bersahabat dengan petani maka ini akan mempengaruhi tingkat perekonomian masyarakat petani," jelasnya.
"Dengan adanya pelatihan dan hibah teknologi tepat guna yang diberikan oleh dosen-dosen Unimed mampu menjadi solusi dari permasalahan yang menghantui para petani cabai di desa ini.Kami sangat mengapresiasi dengan kepedulian kampus untuk hadir di tengah masyarakat dengan karya nyata sehingga masyarakat dapat lebih memahami proses penggunaan teknologi sehingga cabai tidak hanya dijual mentah akan tetapi di olah kembali sehingga membuat harganya lebih tinggi dan tahan lama," tutur Juliadi.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan petani cabai, dan perangkat desa dan tokoh masyarakat. Pada kesempatan tersebut selain pelatihan oleh dosen Unimed, juga diberikan alat teknologi tepat guna oven Rotary, kompor gas dan mesin penggiling cabe yang dihibahkan kepada kelompok petani cabai di Kabupaten Batu Bara.(Rel)