Satgas TNI Selamatkan Dua Warga Sipil dari Tindakan Kriminal Kombatan Twa di Kongo

- Senin, 23 November 2020 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112020/_5238_Satgas-TNI-Selamatkan-Dua-Warga-Sipil-dari-Tindakan-Kriminal-Kombatan-Twa-di-Kongo.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission del Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) berhasil menyelamatkan dua warga sipil dari tindakan perampokan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kombatan Twa di Desa Kampunda, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, baru-baru ini.

Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga XXXIX-B/RDB MONUSCO Kolonel Inf Daniel Lumbanraja, melalui siaran persnya, Senin (23/11/2020) mengatakan bahwa penyelamatan kedua warga sipil tersebut merupakan salah satu tugas pokok yang dimandatkan PBB kepada Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO yaitu Protection of Civilian di daerah misi.

Lebih lanjut Dansatgas TNI Konga XXXIX-B/RDB MONUSCO mengatakan bahwa dalam satu bulan terakhir telah terjadi peningkatan tindak kriminal di akses utama (N5) Kalemie hingga Bendera. Hal tersebut disebabkan oleh tingkat kemiskinan penduduk, sehingga mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Keadaan semakin parah karena adanya rotasi dari Tentara Republik Kongo / FARDC yang sebagian besar bergerak ke sektor utara Minimbwe. Sehingga beberapa pos pengamanan di sepanjang daerah tersebut kosong dan dijadikan celah bagi pemberontak AGs dan bandit lokal untuk melakukan aksinya secara leluasa,” ujar Dansatgas.

Menyikapi peningkatan kerawanan tersebut, Kolonel Inf Daniel segera memerintahkan Komandan Combat Operation Base (COB) Bendera Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya agar segera melakukan pencegahan dengan meningkatkan intensitas patroli di daerah tersebut.

Selanjutnya, COB Bendera mengirimkan tim pencari data dan tim patroli. Tim pencari data pimpinan Lettu Inf Ervin bertugas untuk memetakan titik-titik rawan tindak kriminal dengan merekrut beberapa penduduk lokal sebagai focal point. Sedangkan tim patroli pimpinan Lettu Inf Yose bertugas untuk melaksanakan patroli jarak jauh / Long Range Patrol (LRP) dan mengatasi tindak kriminal yang kemungkinan besar terjadi di sepanjang titik rawan tersebut.

Dalam tugas LRP, tim menerima laporan dari masyarakat perihal terjadinya tindak kriminal berupa perampokan sepeda motor beserta uang seorang pria dan pelecehan seksual terhadap seorang wanita yang dilakukan oleh 10 orang kombatan Twa bersenjata panah dan parang di dekat desa Kampunda. "Kedua korban ditangkap dan diikat. Tim Patroli LRP yang kebetulan berada di titik terdekat kejadian segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan melaksanakan tugas penyelamatan dengan baik dan aman," jelasnya.

"Masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas tindakan cepat yang dilakukan oleh Konga XXXIX-B/RDB MONUSCO dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat Kongo," pungkasnya. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Presiden Prabowo: Kekuatan Pertahanan Penting dalam Menjaga NKRI

Peristiwa

Panglima TNI Pimpin Rapat Vicon Perkembangan Situasi di Wilayah Satgas TNI MONUSCO

Peristiwa

Satgas TNI Penanggulangan Bencana di Filipina Sentuh Langsung Penduduk Terdampak Badai

Peristiwa

Aksi Cepat TNI Berhasil Gagalkan Penyelundupan 35,9 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Peristiwa

Satgas Indo RDB XXXIX-F Monusco Terima Kunjungan MPCC

Peristiwa

Kontingen Garuda MONUSCO Kongo Pulang dari Misi Perdamaian