Dua Pekan 3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polres Langkat Kerahkan 150 Personel

- Sabtu, 31 Oktober 2020 22:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102020/_6005_Memasuki-Pekan-Kedua-Kasus-3-Anak-Hilang-Misterius-di-Langkat--Polres-Langkat-Kerahkan-150-Personel.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Pencarian terhadap tiga anak yang hilang misterius di perkebunan PT LNK, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) belum membuahkan hasil. Memasuki pekan kedua, dalam pencarian di hari ke-14 ini personel Polres Langkat dibantu warga dan relawan mencoba menyisir kembali kawasan perkebunan PT LNK.

Wakapolres Langkat Kompol Hairil Sani mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 150 personel dibantu warga dan sejumlah relawan untuk mencari ketiga anak tersebut. Di pencarian hari ke-14 ini, membagi personel ke dalam beberapa tim dan menyisiri setiap sudut perkebunan LNK. “Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk ditemukan ketiga anak tersebut,” katanya dilansir dari Tribratanews.sumut.polri.go.id, Sabtu (31/10/2020).

Hairi mengatakan, pihaknya masih akan melanjutkan pencarian ketiga anak tersebut walau sudah memasuki hari ke-14. Dia menegaskan Polres Langkat berkomitmen untuk terus mencari ketiga anak tersebut sampai ditemukan. “Kami akan terus mencari sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin dengan bekerja sama dari unsur masyarakat dan relawan,” jelasnya.

Sebelumnya, upaya warga menggali gundukan tanah yang semula dicurigai sebagai tempat menimbun jasad ketiga bocah itu teryata nihil. Penggalian gundukan tanah itu disaksikan petugas Polsek Salapian dan relawan. Selama 30 menit penggalian, warga tidak menemukan jasad ketiga bocah nahas tersebut. Menurut warga, Dedi, gundukan tanah itu dibuat setelah hari keempat hilangnya ketiga anak tersebut.

“Kecurigaan terhadap gundukan tanah ini karena berada di tempat terpisah. Ditambah lagi, gundukan tanah ini membuat curiga karena bila sengaja dilakukan untuk melintas kendaraan berat kenapa mesti membuat gundukan tanah,” ujar warga sekitar bernama Dedi, pada Jumat (30/10/2020).

Diketahui, ketiga bocah yang hilang ini merupakan warga Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian. Mereka bernama Yogi Tri Herlambang, Nizam Auvar Reja dan Alviza Zahra yang rata-rata berusia tujuh tahun. Sejauh ini, polisi dan relawan telah mencari di beberapa lokasi namun tak menunjukkan petunjuk apapun. Pencarian bahkan sampai menelusuri areal 100 hektare dari lokasi titik hilang. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sadis! Dua Centeng Kebun Tembak dan Bacok Terduga Maling Sawit hingga Tewas

Peristiwa

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penataan Lahan Perkebunan Sawit

Peristiwa

Buka Perkemahan Pramuka, Kapolres Langkat: Membentuk Generasi Berkarakter dan Mandiri

Peristiwa

Hadiri Pisah Sambut Kapolres Langkat, Pj Bupati Langkat: Mari Bangun Langkat Lebih Baik

Peristiwa

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Langkat

Peristiwa

Presiden Jokowi Bertemu Perwakilan Petani Sawit Swadaya